Kuota Pekerjaan Swasta-BUMN untuk Kaum Difabel Belum Terpenuhi
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufron Sakaril mengatakan bahwa penyandang disabilitas yang bekerja di perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih jauh dari kuota untuk disabilitas yang sebesar 1 persen.

 "Kami berharap jumlah disabilitas yang bekerja di perusahaan, swasta, maupun BUMN bisa satu persen sesuai Undang-Undang, tapi yang terwujud baru 0,0 sekian persen, masih kecil," kata Gufron, di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, penyandang disabilitas perlu diberi kuota pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka, misalnya kerja-kerja administrasi.

Hanya saja saat ini tingkat pendidikan penyandang disabilitas masih menjadi kendala karena perusahaan swasta, BUMN, maupun pemerintahan kerap mensyaratkan pekerjanya memenuhi kualifikasi tingkat pendidikan yang cukup tinggi.

"Sementara teman disabilitas jarang sekali yang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Karena itu juga keterampilan mereka masih kita dorong agar yang bisa mengikuti di balai-balai pelatihan sehingga harapannya mereka bisa isi gap tadi," tambahnya.

Ia berharap perekrutan penyandang disabilitas ke dalam dunia kerja tidak sekadar untuk memenuhi kuota saja, tetapi mereka juga dapat berkontribusi meringankan pekerjaan yang ada. (Ak/Ant)