Satgas COVID-19 Diimbau Aktif Tinjau PTM di Sekolah
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di daerah melakukan peninjauan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah.

"Kami meminta Dinas Pendidikan atau Satgas melakukan sidak. Saya yakin, misalnya Disdik DKI atau Satgas COVID-19 DKI sidak ke sekolah-sekolah, akan banyak menemukan pelanggaran SKB 4 Menteri," ujar Sekretaris P2G DKI Jakarta, Abdul Rahman, di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Dia menambahkan, dinas pendidikan hendaknya tidak hanya menerima laporan tertulis saja, namun harus langsung turun ke sekolah untuk memastikan apakah PTM berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tidak hanya itu,  aparat seperti Satpol PP, Tim Satgas dan lainnya juga diminta melakukan penyisiran dan pengawasan di jam-jam krusial siswa pulang sekolah, sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 siang. "Sebagai tindakan preventif, supaya anak-anak tidak menularkan atau tertular karena mereka nongkrong sepulang sekolah," imbuh dia.

Selain itu, ia mengatakan, orang tua dan wali kelas juga bisa saling berkomunikasi, utamanya jika sudah waktunya pulang sekolah, namun anak didik belum pulang.

P2G mengkritik pihak Satgas COVID-19 sekolah yang kebanyakan hanya aktif saat jam datang dan pulang sekolah saja. Seharusnya, di sela-sela waktu tersebut tim juga aktif mengontrol secara bergantian. P2G meminta agar sekolah mengatur jam istirahat tidak terlalu lama, sekitar 10-15 menit saja, sehingga siswa tidak berkerumun. Guru piket pun harus aktif mengawasi tidak duduk saja pasif di meja piket.

"Guru piket jangan hanya pasif, harus berkeliling di sekitar area sekolah, memantau kegiatan olahraga atau tamu yang masuk termasuk pengantar siswa. Saat istirahat bagaimana, disiplin prokes atau nggak," jelas dia.

P2G juga mengingatkan pentingnya melakukan skrining, Pemda hendaknya melakukan tes swab acak dan berkala kepada siswa dan guru di sekolah. "Suasana PTM 100 persen yang mirip kondisi normal jangan sampai membuat kita lengah. COVID-19 dan varian-variannya masih harus tetap diwaspadai. Tes swab acak salah satu cara untuk melacaknya," jelas dia.

(Ant)