Pasca Gempa M6,6 di Banten, BMKG Catat 33 Gempa Susulan
Foto : twitter @infoBMKG

Jakarta, HanTer - Banten diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,6 Jumat (15/1/2022) sore. Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pasca gempa tersebut hingga pukul 12:00, Sabtu (15/1/2022) ada 33 gempa susulan. 

"Gempa susulan yang terjadi dengan magnitudo terbesar 5,7 dan magitudo terkecil adalah 2,5," kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Sabtu (15/1/2022). 

Ia menyebut gempa  sebelumnya tercatat bermagnitudo 6,7 yang berpusat di laut pada jarak 132 km arah barat daya Kota Pandeglang, Banten, dengan kedalaman hiposenter 40 km memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) akibat adanya proses tekanan yang kuat.

Gempa bersifat destruktif atau merusak. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pandeglang wilayah terdampak gempa mencakup 113 Kelurahan dari 17 Kecamatan, menyebabkan lebih dari 700 rumah dan lebih dari 30 fasilitas umum rusak.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Alasannya magnitudo yang masih di bawah ambang batas rata-rata gempa pembangkit tsunami, yaitu magnitudo 7 ditambah dengan kedalaman hiposenternya di 40 km.

Selain itu, data monitoring muka laut tidak menunjukkan adanya catatan perubahan muka laut pasca gempa, ini yang menjadi bukti bahwa gempa yang terjadi tidak memicu tsunami.

Jenis gempa berupa gempa dangkal akibat adanya deformasi atau patahan batuan di dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi/menunjam ke bawah Selat Sunda-Banten.
(*/yp)