Selama Masa Pandemi Covid-19 Tetap Sehat, Re.juve Beri Solusinya 
Foto : CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Richard Anthony/ Rom

Jakarta, HanTer – Sejauh ini masa pandemi Covid-19 belum berakhir, banyak masyarakat yang merasa khawatir keselamatannya terancam jika tak pandai berinteraksi. 

Di sisi lain, keadaan ini membuat semua orang melakukan aktivitas di rumah termasuk   bekerja dari rumah. Namun, karena tidak bisa pergi bekerja ke kantor seperti biasa menjadikan tingkat stres masyarakat jadi meningkat. 

Beranjak dari itu, Produsen cold-pressed juice dengan merk dagang Re.juve sebagai brand asli Indoneisa, PT Sewu Segar Primatama menggelar webinar bertema Flexitarian: Sustaining the Healthy Habits with Real Food.

Diskusi virtual ini menghadirkan narasumber Richard Anthony CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes Konsultan Nutrisi, dan Astri Puji Lestari content creator sekaligus pegiat gaya hidup sehat.

“Jika keadaan bertambah stres biasanya yang dilakukan adalah mencari makanan di rumah dengan membuka kulkas dan memakan persediaan di kulkas,” kata CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Richard Anthony, Kamis (3/12/2020).

Dikatakan Richard, beberapa orang selama menjalani WFH mengalami sindrome Quarantine 15 yakni memperoleh kenaikan berat badan hingga mencapai delapan kilogram.

Untuk itu diperlukan gaya hidup yang baik demi menjaga kesehatan di masa pandemi, salah satunya bisa mengikuti gaya hidup Flexitarian.

"Melihat banyaknya orang-orang yang mengadopsi metode flexitarian saat ini, kami ingin memastikan bahwa Re.juve menjadi pelopor tren positif ini. Harapannya, masyarakat dapat terus tergerak untuk memiliki gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan melalui konsumsi nutrisi seimbang,” tambah Richard.

Hal senada diungkapkan dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes, jika diet Flexitarian berhubungan dengan pola makan yang lebih mengonsumsi pangan dari nabati seperti sayur dan buah. 

Selain itu juga menerapkan gaya hidup Flexitarian dengan mengonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, susu maupun gandum. Lantaran manfaat Flexitarian membuat penurunan asupan energi dan kolestrol yang menyebabkan berat badan menjadi seimbang. 

Bahkan, terdapat peningkatan asupan serat vitamic C, provitamin A,  vitamin B, Kalium, Kalsium hingga lemak tidak jenuh.

“Sejauh ini tidak ada rasa lapar, tidak ada efek samping seperti diet ekstrem lainnya yang bisa beresiko meningkatkan gula darah ataupun kelaparan,” imbuhnya.

Kendati sayur dan buah wajib menjadi menu harian saat menerapkan metode flexitarian, namun masa simpannya yang kurang tahan lama masih menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu solusinya adalah mengombinasikan pembelian buah dan sayur segar dan organik dengan produk-produk cold-pressed juice seperti produk Re.juve.