Bantu Wujudkan Hidup Sehat, Ajinomoto Indonesia Gelar Webinar Pengendalian Asupan Garam

Romi
Bantu Wujudkan Hidup Sehat, Ajinomoto Indonesia Gelar Webinar Pengendalian Asupan Garam
Ajinomoto Indonesia gelar webinar Pengendalian Asupan Garam/ ist

Jakarta, HanTer - Sejauh ini natrium memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif. Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) Natrium berisiko menjadi gangguan kesehatan. 

Jika kelebihan, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain. Nah, sebaiknya bagaimana menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam?

Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia dan President Federation of Asian Nutrition Societies, Prof Dr Hardinsyah MS, ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.

"Tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," kata Prof Hardinsyah di acara webinar  bertema “Keamanan dan Manfaat Kesehatan Bumbu dan Penguat Rasa, Serta Strategi Pengendalian Asupan Garam Guna Mewujudkan Hidup Sehat” yang digelar PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan Pergizi Pangan Indonesia, Rabu (6/1/2021).

Dikatakannya, webinar ini sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Bumbu Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid-19.
“Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” lanjutnya.

Webinar ini merupakan serangkaian event yang dilaksanakan dua kali pada bulan Desember 2020.

“Acara ini diperuntukkan bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Prodi Gizi & Kesehatan Masyarakat, karena kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, bahkan saat di situasi pandemi Covid-19. Selain itu, Kami berharap para mahasiswa/i sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia, dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas,” kata Public Relations Manager-Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati.

Setelah ini, masih akan ada acara selanjutnya hingga Februari 2021 yang diperuntukkan bagi kalangan dokter dan mahasiswa/i kedokteran.