Menilik Perkembangan Marketplace di Indonesia, Jadi Solusi atau Disrupsi
Foto : Dede Indra Permana, salah satu narasumber (kiri)/ ist

Jakarta, HanTer - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online  bertema Literasi Digital: Perkembangan Marketplace di Indonesia: Solusi atau Disrupsi? 

Seminar melalui zoom meeting yang digelar pada Jumat, 20 Agustus 2021 ini menghadirkan Darma Rizka Aditya (Product Manager Lead pada PT. Tokopedia. 

Selain Darma Rizki Aditya, ada juga narasumber lain yakni Dede Indra Permana yang memaparkan terkait pentingnya meningkatkan literasi digital dan mengimbau peserta agar memanfaatkan era digital ini. 

“Kita juga tetap produktif menaati protokol kesehatan dan mendukung berbagai kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Semuel Abrijani Pangerapan bahwa aktivitas masyarakat telah berubah dikarenakan terjadinya pandemi dan perkembangan teknologi yang menjadi tantangan sekaligus peluang yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pandemi ini semoga terciptanya  masyarakat digital yang memiliki literasi digital yang memumpuni. Kominfo dan stakeholder lainnya terus berupaya agar terciptanya masyarakat yang memiliki literasi digital yang tinggi. Hal ini tentunya perlu mendapat dukungan oleh masyarakat luas agar kita semua dapat mencapai tujuan bersama,” terangnya.

Sedangkan sebagai pembicara utama, Darma Rizka Aditya menjelaskan telah terjadinya perkembangan pada aspek teknologi industri atau yang biasa dikenal oleh revolusi industri. Hal ini berefek pada meningkatnya pertumbuhan e-commerce hingga Indonesia menempati peringkat satu dunia dalam hal penggunan e-commerce. 

“Saat ini terdapat 4 perusahaan start-up local yang menduduki kelas Unicorn, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Gojek, dan Traveloka. Ekonomi digital di Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar, pernyataan ini didukung oleh porsi ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 2025 nilai transaksi ekonomi digital diproyeksikan akan menyentuh angka Rp 1.826 triliun,” katanya.

Ditambahkan Darma, E-commerce memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh kalangan, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebanyak 64,2 juta atau 99,99% unit usaha Indonesia merupakan UMKM.

“Momentum ini harus berhasil dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan pasarnya menjadi lebih besar, agar para pelaku UMKM dan Indonesia memperoleh dampak kemajuan ekonomi yang signifikan,” tambahnya.