Wujudkan Hidup Sehat, Pentingnya Edukasi Pengendalian Asupan Garam
Foto : Nara sumber edukasi pengendalian asupan garam/ ist

Jakarta, HanTer - Hingga kini tak dapat dipungkiri, natrium/sodium (garam) memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat dan aktif. 

Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) natrium dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan. Jika kelebihan, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. 

Tapi, jika kekurangan maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain. Nah, sebaiknya bagaimana menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam?

Menurut Dr. Annis, ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.

"Tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," ujar Dr. Annis di acara webinar kerjasama PT Ajinomoto Indonesia dengan PT Rumah Inovasi Natura bertajuk ‘Peran Umami Sebagai Cara Mengatur Asupan Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan’ sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid-19, Selasa (21/9/2021).

Dikatakan Annis, jika ingin makanan yang dikonsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, sebaiknya menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi. 

“Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Public Relations Manager PT Ajinomotoo Indonesia, Katarina Larasati, bahwa acara penting ini diperuntukkan bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa Prodi Gizi & Kesehatan Masyarakat.

“Intinya kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, terutama saat di situasi pandemi Covid-19. Selain itu, kami berharap para ahli gizi, serta mahasiswa sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia, dapat menyebarkan fakta informatif dan ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas,” kata Katarina.