Musik Jadi Dinamika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Haryono: Tradisi yang Harus Disikapi
Foto : Wakil Kepala BPIP Prof. Dr. Haryono, M.Pd dan kawan-kawan/ ist

Jakarta, HanTer – Salah satu cara untuk merealisasikan nilai Pancasila adalah lewat music. Untuk itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Menggelar Bedah Musik Kebangsaan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
Pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dengan cara baru melalui musik ini diharapkan dapat dimaknai sebagai bahan riset untuk masa depan Indonesia.

Menurut Wakil Kepala BPIP Prof. Dr. Haryono, M.Pd musik memiliki dinamika atau instrumental yang cukup luas seperti contoh halnya perpaduan antara tradisional dengan modern, begitu juga Pancasila.

“Inilah bukti tradisi tidak harus disikapi secara tradisional, tetapi dikembangkan untuk bagian dinamika berkehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya, seperti keterangan diterima Harian Terbit, Jumat (24/9/2021).

Dikatakannya, musik juga memiliki keindahan atau estetika begitu juga dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, seperti mahasiswa dalam perkuliahannya tidak hanya belajar logika benar dan salah dan etika baik dan benar melainkan belajar estetika.

“Intinya kesenian memiliki dinamika seperti kreasi, imajinasi, inovasi dan bahkan prestasi seperti halnya Pancasila yang harus berkembang dalam dinamika berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si, M.T yang miris dengan berkembangnya teknologi dan seni budaya barat masuk Indonesia. Sehingga ketika berbicara Pancasila di kalangan anak-anak muda seolah tidak diterima karena terkesan gaya lama alias jadul.

“Ini tidak boleh dibiarkan, bahwa mahasiswa itu anti Pancasila atau alergi dengan nilai-nilai kebangsaan, sehingga kami punya ide untuk memperkenalkan nilai-nilai itu dengan gaya milenial yaitu melalui bedah musik,” tuturnya.

Dirinya juga mengaku ironi dengan banyaknya lagu-lagu kebangsaan atau lagu- lagu nasional yang saat ini dilupakan. Sehingga diharapkan dengan bedah musik ini lagu-lagu kebangsaan dapat digabungkan dengan instrumental perpaduan kekinian.

“Nah, jadi kami merasa bahwa ini sangat penting, kenapa harus melalui musik, musik ini bahasa universal bahasa yang bisa diterima oleh semua orang,” tegasnya.

Dirinya juga mengapresiasi terhadap komunitas-komunitas musisi yang telah memiliki keresahan terhadap kondisi Indonesia, sehingga melalui musik mereka bisa berimajinasi dan berinovasi untuk kemajuan bangsa.

“Saya juga mengapresiasi kepada BPIP karena telah menyambut baik dengan program-program ini, kami juga dari komisi II selalu mendukung penuh dengan program BPIP,” tutupnya.

Sedangkan, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T. M.T mengapresiasi dengan gotong royong ini, dirinya berharap pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dapat diaktualisasikan melalui musik terutama di kalangan mahasiswa di bumi jawara ini.

“Bedah musik ini wujud sinergitas, inovasi dan motivasi dalam membangun negeri khususnya di kalangan milenial,” harapnya.
Sementara, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Ir. Prakoso, M.M mengaku acara ini sudah dilakukan di sejumlah kampus lainnya seperti UI dan Universitas Padjadjaran dan akan terus dilakukan di kampus lainnya.

“Alhamdulillah hari ini kita telah melibatkan 500 lebih mahasiswa dalam kegiatan ini secara online maupun offline, diharapkan kegiatan ini terus dilakukan dalam pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.