Film ‘Cinta Bete’, Kisah Tentang Persahabatan, Cinta, dan Kekerasan
Foto :

Jakarta, HanTer - Inno Maleo Films mempersembahkan film drama romansa berjudul Cinta Bete. Film berdurasi 90 menit ini disutradarai oleh Roy Muda Dato Lolang, dengan naskah ditulis oleh Titien Wattimena dan Lina Nurmalina. 

Pengambilan gambar dalam film ini berlokasi di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat dengan pemandangan yang luar biasa indah. Sehingga membuat film ini menyentuh 
emosi akan rasa sakit yang begitu menoreh. Seperti perawan yang bermimpi akan cinta sejati, namun menjerit dalam kekerasan dan rasa hampa atas ketidaksempurnaan 
atas mimpi.

Cinta Bete bercerita tentang persahabatan antara Bete Kaebauk dan Emilio. Namun siapa sangka bahwa persahabatan yang terjalin itu kemudian berubah jadi cinta. Sayangnya hubungan mereka harus kandas saat Emilio masuk sekolah seminari, yang akhirnya membuat Bete patah hati. 

Dalam kesedihannya, Bete bertemu dengan Alfredo, seorang pria yang berprofesi sebagai petinju jalanan. Alfredo pun mencoba melamar Bete, tetapi lamaran ditolak karena masalah mahar dan persoalan adat. Bete kemudian menerima ajakan Alfredo untuk lari dari rumah. Namun kehidupan Bete selalu mendapatkan perlakuan kekerasan dari Alfredo.

Lantas, akan seperti apa nasib Bete selanjutnya? Film yang dibintangi Hana Malasan, Marthino Lio, Djenar Maesa Ayu, Otig Pakis, Daniella Tumiwa, Adam Farrel, Yoga Pratama, dan Jordhany Agonzaga ini akan resmi diputar di bioskop-bioskop Indonesia mulai 18 November 2021.

Untuk diketahui, Cinta Bete dikhususkan bagi penonton 17+. Film ini masuk menjadi salah satu nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Film dikemas seringan mungkin sebagai drama romantis agar mudah dipahami dan dinikmati oleh penonton. Dengan Genre ini diharapkan penonton film Indonesia dapat mengenal lebih jauh keragaman budaya Indonesia lengkap dengan budaya mahar, tenun dan lokasi lokasi Atambua yang indah dan kehidupannya dari semua pelosok Indonesia.