Jumlah Entri Citra Pariwara 2021 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa 
Foto :

Jakarta, HanTer - Jumlah entri Citra Pariwara tahun ini mencetak rekor tertinggi dalam 34 tahun, atau sejak ajang penghargaan periklanan ini hadir di 1987. Tercatat, ada 1772 entri dari 103 perusahaan yang berpartisipasi.

“Ada 1583 entri. Ditambah Daun Muda, BG, dan Young Film Director jadi 1772 entri,” demikian disampaikan oleh Ketua Pelaksana Citra Pariwara ke-34 Reza Fitriano.

Ini jelas peningkatan luar biasa dibanding tahun 2020 lalu sebanyak 881 entri dan tahun 2019 yang juga rekor entri saat itu  yang sebanyak 1289 entri. Pria yang akrab dipanggil dengan Eja ini mengaku cukup terkejut akan hal itu. Apalagi Citra Pariwara tahun ini digelar di masa pandemi COVID-19.

“Saya sama sekali nggak menduga kalau entri tahun ini bakal memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah 34 tahun penyelanggaraan Citra Pariwara di Indonesia—baik dalam jumlah karya atau perusahaan yang berpartisipasi. Terlebih lagi, tahun ini kita semua masih dalam situasi pandemi,” tutur Reza, Sabtu (6/11/2021).

Wakil Ketua Pelaksana Citra Pariwara ke- 34 Devi Attamimi menyoroti secara khusus rekor jumlah perusahaan yang berpartisipasi. Devi menilai bahwa rupanya semangat dan passion para pelaku industri kreatif semakin tumbuh besar. “Terlihat bahwa Citra Pariwara menjadi ajang yang ditunggu oleh para pelaku industri dan juga semakin inklusif,” imbuh dia.

Selain itu, Devi mengatakan bahwa tema “Embrace (In)Sanity” yang digunakan oleh Citra Pariwara tahun ini tampaknya menjadi sebuah penyemangat baru yang relevan di tengah “kegilaan” keseharian para pekerja periklanan.

“Selain konten dan kemasan acara, salah satu kunci yang mungkin bisa menggenjot animo para peseta adalah menghadirkan juri-juri, pembicara-pembicara, dan narasumber-narasumber serta mentor-mentor kelas dunia yang reputasinya sangat baik di international level,” kata dia.

Lebih lanjut, Reza berharap antusiasme para pelaku industri terhadap Citra Pariwara selalu terjaga hingga masa mendatang. “Semoga animo ini terus terjaga sampai ke depannya, sehingga industri kreatif dan periklanan kembali berjaya” tutupnya.