Trisya Suherman: Dengan Wisata Ziarah Bisa Maksimalkan Komuditas Budaya dan Ekonomi Kreatif
Foto : Trisya Suherman/ ist

Jakarta, HanTer -  “Iya bang, Sabtu (20/11/2021) lalu Moeldoko Center (MC) melakukan Wisata Ziarah ke salah satau petilasan Prabu Siliwangi Panjalu Ciamis Jabar, bersama Ustad Zaky Mubarok, Terima Kasih kepada pak Ustad Zaky, panitia, rombongan yang telah bergabung di Keluarga Besar Moeldoko Center, dan menjadi Tim Pengurus, semoga kita semua semakin erat bersilahturahmi dan segala urusan di lancarkan Allah SWT”, demikian Trisya Suherman (Icha), Ketum MC melalui seluler, Sabtu (27/11/2021).

Prabu Siliwangi atau Pabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) adalah Raja Pajajaran (1401-1521), dan dibawah kekuasannya, Kerajaan Pajajaran mengalami perkembangan pesat. Masa pemerintahannya juga dikenang rakyat sebagai zaman perdamaian dan kemakmuran

Beliau juga dikenal  sebagai pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan Egalitarianisme, paham yang memegang teguh azas kesetaraan dalam kehidupan sosial. hal tersebut sering digambarkan dalam berbagai literasi menenai Prabu Siliwangi

Hal lain yang banyak dilupakan orang, beliau itu adalah muslim. Ia di-Islamkan oleh Syekh Hasanuddin (Syaikh Quro)  seorang ulama besar yang lahir sebelum era Wali Sembilan. beliau  masuk Islam saat hendak menikahi Nyi Subang Larang.  Santriwati di pesantren yang dipimpin Syaikh Quro di Karawang. Semua ini tertulis dalam Buku Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis Pangeran Arya Cirebon (1720), Prabu Siliwangi masuk Islam saat hendak menikahi Subang Larang saat beliau berusia 21 tahun.

Dengan wisata ziarah semacam itu, ditambahkan Trisya Suherman, sekecilnya kita telah ikut serta mendukung program Presiden Jokowi  dalam memaksimalkan  komoditas budaya & ekonomi kreatif hingga tingkat desa terkecil. Karena selama ini produk ekonomi kreatif selalu terasosiasikan dengan musik, film, seni, dan pariwisata secara umum. 

Padahal, mengingat fakta bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim, ada satu produk yang tidak begitu sering digaungkan: wisata ziarah makam.

Kunjungan wisata ziarah makam—dalam bahasa Inggris disebut pilgrimage— selama Pandemi Covid 19 memang menurun, “Nah kalau pun tingkat positif kasus pandemi ada penurunan hendaknya kita tetap waspada dan taat prokes, itu pula yang dilakukan tim ziarah MC dibawah kordinator Ustad Zaki. 

Dari beberapa kunjungan ke daerah memang kami lihat ekonomi masyarakat desa sekitar obyek wisata menjadi sepi, dari wisata ziarah itu juga kita mendapatkan banyak pelajaran bahwa jika seorang pemimpin bekerja secara amanah demi kesejahtraan rakyatnya maka budi baiknya akan selalu dikenang dan banyak didoakan orang. 

Wisata ziarah juga merupakan bagian terkecil dari detoksisasi era digital & tekhnology. Re-start sejenak gitulah dari kehidupan modern. Agar kita juga sedikitnya mengingat bahwa yang hidup pasti akan mati, sederhananya gitu ya bang. Dan, semoga pandemi ini cepat pulih dan ekonomi warga desa kembali normal, Amin”, tutup Trisya atau ‘Mba Icha.

Dalam legendanya, selain dikenal sebagai petilasan Prabu Siliwangi – Raja Pajajaran , Panjalu Ciamis ini juga banyak terdapat wisata reliji lainnya, ditempat yang sama terdapat  Makam Mbah Panjalu terletak di Situ Lengkong, Panjalu, Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Syekh Panjalu merupakan sosok pangeran Kerajaan Panjalu yang memiliki kesaktian.

Menurut cerita, Syekh Ngora pernah bertemu Sayyidina Ali – menantu Nabi Muhammad SAW . saat itu Syekh Ngora menguji kesaktian Sayyidana Ali. Namun, kesaktiannya itu tak sebanding, Akhirnya, ia mengaku kalah. Ia pun dibekali tiga hal, yakni pedang, pakaian, dan air zamzam. Namun, zamzam tersebut tumpah dan menjadi situ Lengkong saat ini. Air yang mengelilingi situs makamnya itu di percaya sebagai air zamzam.