Jika Anak Demam Tangani Secara Baik, dr Sugi Deny: Orang Tua Jangan Panik
Foto : Ilustrasi/ ist

Kupang, HanTer – Banyak orang tua panik jika anaknya mengalami demam, padahal hampir semua anak akan mengalami hal tersebut.

Menurut dr. Sugi Deny Pranoto Soegianto Sp.A., Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Kupang, demam merupakan suatu tanda yang umum terjadi pada anak karena sistem imun sedang merespon ketika si kecil sedang sakit atau mengalami infeksi, bahkan dapat terjadi oleh karena penyebab non infeksi. 

"Dengan penanganan yang tepat dan mengetahui kondisi sang anak, demam pada anak bisa ditangani oleh orang tua, kuncinya adalah jangan panik,"  katanya, saat edukasi bincang sehat bertajuk Anak Demam Jangan Panik, Selasa (11/1/2022).

Dikatakannya, ada banyak faktor anak mengalami demam. Adanya peningkatan atau kenaikan suhu tubuh anak ini cukup lumrah terjadi mengingat anak masih mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya sendiri. 

Demam pada anak dapat pula disebabkan oleh non infeksi, yaitu dapat disebabkan hal seperti pasca imunisasi, tumbuh gigi, dehidrasi, hiperaktivitas dan lainnya. 

"Jika demam ditemukan pada 8 kondisi tertentu, segera bawa anak ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut," terangnya.

Berikut adalah 8 kondisi demam pada anak:

1.    Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum
2.    Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya
3.    Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi(≥39°c)
4.    Anak semua usia yang suhunya>40°c
5.    Anak semua usia dengan kejang demam
6.    Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja
7.    Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal
8.    Anak yang demam disertai ruam

Anak harus segera dibawa ke dokter jika ditemui tanda-tanda bahaya sebagai berikut:

1.    Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak
2.    Kesulitan bernafas
3.    Bibir, lidah dan kuku nampak kebiruan
4.    Ubun-ubun terlihat membonjol atau cekung
5.    Ada kekakuan di leher
6.    Nyeri kepala hebat
7.    Nyeri perut hebat atau muntah-muntah
8.    Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar
9.    Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum
10.    Menangis terus menerus
11.    Anak gelisah
12.    Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur
13.    Buang air kecilmenjadi sedikit atau jarang

"Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak anda, karena terapi antibiotik harus tepat indikasi, waktu, dosis, selalu waspada bahaya resistensi," tutupnya.