Polres Jakpus Limpahkan Berkas Pengacara TW ke Jaksa

danial
 Polres Jakpus Limpahkan Berkas Pengacara TW ke Jaksa

Jakarta, HanTer - Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Purwadi mengatakan selama proses hukum sejak ditetapkan menjadi tersangka, pengacara Tomy Winata (TW), Desrizal ditahan oleh penyidik.

"Untuk pengacara TW sudah jadi tersangka dan sudah dilakukan penahanan. Tapi untuk saat ini progresnya silahkan tanya ke Kasat Serse Tahan Marpaung," ujar Purwadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung mengatakan berkas tersangka pengacara Tomy Winata yaitu Desrizal sudah dikirim ke kejaksaan. 

"Sudah, berkasnya (Desrizal) sudah ke kejaksaan," ujar Tahan saat dihubungi, Rabu (28/8/2019) malam.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, Desrizal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus itu.

"Siang ini sudah diperiksa sebagai tersangka," kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (19/7/2019).

Pemeriksaan itu, kata Argo, dilakukan di Polres Metro Jakarta Pusat usai ibadah Salat Jumat. "Iya ditangani Polres Jakarta Pusat, sudah ditahan," tegasnya.

Sebelumnya, terjadi pemukulan oleh Desrizal terhadap hakim HS di PN Jakarta Pusat. Ia merupakan pengacara dari pengusaha Tomy Winata dalam perkara perdata melawan PT GWP selaku tergugat.

Peristiwa pemukulan itu terjadi ketika majelis hakim tengah membacakan amar putusan, Kamis (18/7/2019) petang. Setelah beberapa pertimbangan dibacakan dan akan masuk ke bagian keputusan, Desrizal malah bangkit dari kursi usai melepaskan ikat pinggang dan melangkah cepat ke depan meja majelis hakim kemudian mencambuk hakim HS.

Menanggapi masalah ini, Mahkamah Agung menyatakan pemukulan yang dilakukan Desrizal merupakan bentuk contempt of court atau penghinaan terhadap pengadilan. Perbuatan itu dinilai telah mencederai lembaga peradilan.

"Tindakan itu merupakan contempt of court. Masalah peradilan tidak hanya hakim dan aparat pengadilan saja, tapi semua pihak di dalam ruang pengadilan atau persidangan harus menghormatinya," ujar Kabiro Hukum dan Huma MA Abdullah melalui keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019)

 

#Pengacara   #TW   #Pukul   #Hakim