Parah! Kokain dari Kolombia Diselundupkan Melalui DHL Modus Mainan Anak

Danial
Parah! Kokain dari Kolombia Diselundupkan Melalui DHL Modus Mainan Anak
Tim Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis kokain asal Jerman melalui paket Dalsey, Hillblom and Lynn atau disingkat DHL.

Jakarta, HanTer - Tim Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis kokain asal Jerman melalui paket Dalsey, Hillblom and Lynn atau disingkat DHL.

Kapolres Jakpus Kombes Pol Heru Novinato, mengatakan, kasus ini terbongkar karena sinergi dengan Bea Cukai, dimana untuk mengelabui petugas paket kokain tersebut disamarkan di dalam mainan anak-anak.

“Kasus ini awalnya terbongkar setelah kami menerima informasi dari Bea dan Cukai (BC) yang menyebutoan ada paket mencurigakan yang diduga berisi narkoba,” kata Heru yang didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Jakpus Kompol Indrawienny Panjiyoga  kepada wartawan, Selasa (5/1/2021).

Lanjut Heru, dari informasi itu penyidik lalu melakukan penyelidikan paket tersebut lewat kantor Pos Fatmawati, Jaksel, pada Sabtu (2/1/2021).

“Ketika kamu ke rumah tersangka berinisial JJ tidak berada di rumahnya. Kami lalu memberikan tanda terima untuk pengambilan paket ke orang tuanya JJ,” ungkapnya.

Ditambahkan lagi, pelaku berinisial JJ yang datang ke kantor Pos Fatmawati untuk mengambil paket langsung dilakukan penangkapan oleh polisi.

“Ketika kami buka paket itu berisi 1 buah HP merk Redmi warna hijau, 1 buah HP merk LG V20 warna hitam, 1 buah HP merk Iphone 11 Pro, 1 bush HP merk Blackberry Keyona warna hitam, buku tabungan dan alat timbangan, paket DHL berisi mainan anak- anak dan sebuah kantong besar paket kardus warna kuning yang berisi buku besar warna biru di dalamnya berisi 1 bungkus plastik bening berisi serbuk kokain seberat 122,2 gram,” papar Heru.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Jakpus Kompol Indrawienny Panjiyoga  mengatakan, kokain tersebut bernilai tinggi dan berbeda dengan jenis narkoba lainnya.

“Kokain itu orang tertentu yang memakainya, karena tidak semua orang bisa beli,” ujarnya.

Dia mengatakan, kokain tersebut bukan murni dari Jerman. Namun, berasal dari Kolombia.

“Kokain rata-rata dari Kolombia,” pungkasnya.

Akibatnya, pelaku dijerat dengan Pasal 14 subsider Pasal 112 UU RI Nomor 35/ 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau mati.