Waterboom Cikarang Timbulkan Kerumunan, KNPI: Seperti Habib Rizieq, Polisi Harus Tangkap Pimpinannya

Oni
Waterboom Cikarang Timbulkan Kerumunan, KNPI: Seperti Habib Rizieq, Polisi Harus Tangkap Pimpinannya
Ketua DPP KNPI Haris Pratama

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, mengapresiasi langkah kepolisian bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi yang menutup Waterboom Lippo Cikarang  karena terdapat kerumunan.

Menurut Haris, Waterboom Lippo Cikarang yang merupakan bagian dari Lippo Group hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya di tengah pandemi tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah.

"Lippo Group hanya mementingkan bisnis semata dengan membuka wahananya. Padahal, pemerintah secara tegas melarang adanya kerumunan massa di tengah pandemi,” ujar Haris dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

“Kenapa bisa menimbulkan keramaian, karena ada diskon gila-gilaan  tiket masuknya itu yang tadinya Rp95 ribu menjadi Rp10 ribu. Itu lah yang akhirnya bikin orang antusiasi ke waterboom gitu. Dan itu dijualnya lewat online," sambungnya.

Dijelaskan Haris, pemilik Waterboom bisa dijerat dengan UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Seperti halnya Habib Rizieq yang menimbulkan kerumunan massa di Petamburan dan sejumlah tempat lainnya.

"Pasal 93 UU No.6/2018 tersebut sebagai norma dan asas yang mengikat sanksi pidana bagi siapapun yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan," tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk tidak tebang pilih dengan menangkap pimpinan Lippo Group dan menjeratnya dengan pasal pidana.

Karena tidak mungkin pihak Waterboom Lippo Cikarang akan membuka jika tidak melapor atau dapat izin dari pemilik Lippo Group.

"KNPI meminta polisi untuk segera menangkap pimpinan Lippo. Kita meminta polisi untuk segera memeriksa dan menetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Dikatakan Haris, KNPI akan melakukan unjuk rasa di depan Waterboom Lippo Cikarang jika polisi belum memeriksa dan melakukan penangkapan.

"Polisi harus segera menangkapnya, jika tidak KNPI akan melakukan unjuk rasa di semua tempat yang dikelola Lippo Group termasuk waterboom tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, Polsek Cikarang Selatan sudah memeriksa manajemen Waterboom atas nama Ike maupun manajer tiketing untuk dimintai keterangan terkait dengan kerumunan itu. Polisi menerapkan pasal 93 Undang-undang nomor 6 tahun 2018.