Dua Manajemen Waterboom Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Pelanggaran Prokes

Oni
Dua Manajemen Waterboom Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Pelanggaran Prokes
Foto Waterboom Lippo Cikarang

Bekasi, HanTer - Dua orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Waterboom Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada akhir pekan lalu. Keduanya adalah General Manager Waterboom Lippo Cikarang, Ike Patricia dan Manager Marketing, Dewi Nawang Sari.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol, Hendra Gunawan mengatakan, keduanya terbukti melanggar ketentuan perundangan yang mengakibatkan terjadinya kerumunan orang di saat pandemi COVID-19.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, dua orang ini kami tetapkan sebagai tersangka. Pelanggaran atas pasal ini diancam pidana penjara maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp100 juta," katanya, Kamis (14/1/2021).

Kasus kerumunan ini berawal dari program promo khusus paket kejutan awal tahun (Ketan) yang diterapkan manajemen Waterboom Lippo Cikarang kepada pengunjung pada Minggu (10/1/2021) dengan memberi diskon tiket harga masuk menjadi Rp10.000 dari harga normal Rp95.000 saat akhir pekan.

Promosi yang diumumkan di akun media sosial milik manajemen Waterboom Lippo Cikarang sejak Rabu (6/1/2021) itu membuat antusias pengunjung tinggi dan mengakibatkan terjadinya kerumunan massa.

Tersangka IP sendiri berperan sebagai inisiator pembuatan tiket promosi untuk menarik pengunjung sedangkan tersangka DNS membagikan informasi promo ke akun media Instagram @waterboomlippocikarang selain juga sebagai inisiator pembuatan tiket promo.

"Efek dari promosi itu, pengunjung yang datang tercatat sebanyak 2.358 orang atau jauh lebih banyak dari pengunjung biasanya saat weekend dengan tiket normal sebanyak kurang lebih 500 orang," kata Kapolres.