Atasi Banjir Tangerang, Gubernur Banten Diminta Segera Revitalisasi Situ
Foto : Banjir di Ciledug, Tangerang./foto: instagram rw07_tanahtinggi

JAKARTA - DPRD Banten meminta Gubernur Wahidin Halim segera memperbaiki situ, rawa hingga danau terutama Tangerang Raya. Revitalisasi diyakini mampu menjadi resapan dan penampungan air hujan hingga Tengerang tak kebanjiran. 

"Situ harus di kembalikan pada fungsinya, yaitu sebagai penampungan air di kala hujan dan cadangan air di kala musim kemarau," ujar Wakil Ketua DPRD Banten, Nawa Said Dimyati, kepada wartawan, Minggu (21/02/2021).

Ia juga mengatakan umumnya bila terjadi banjir di Jakarta maka Tangarang juga akan kena dampaknya. Itu makanya harus ada koordinasi pemimpin dua provinsi untuk mengatasinya. 

Revitalisasi situ diperlukan karena bisa menjadi penampung air. Bila sungai yang bermuara ke laut sudah penuh, maka solusi pengendaliannya ada di situ, rawa ataupun danau. 

Menururnya, banjir di Tangerang Raya terjadi karena curah hujan tinggi, berkurangnya penampungan air dan banjir kiriman dari daerah lain.

"Hujannya tinggi, irigasi dan penampung air sudah tidak bisa menampung sehingga meluap. Pemprov Banten sudah harus serius mengurus situ yang menjadi kewenanganya," katanya. 

Selain itu, diperlukan kajian mendalam untuk mencari tahu alasan banjir setiap musim penghujan. Kemudian, melakukan perencanaan agar tak terjadi banjir. Juga perlu dilakukan mitigasi bencana agar tidak menimbulkan korban.

"Yang lebih tepat itu harus dikaji, apa penyebabnya kalau dampaknya kan jelas, penyebabnya ini harus diselesaikan. Semuanya situ harus segera disertifikasi juga normalisasi, agar mempunyai fungsi sebagai penampung air di kala musim hujan berjalan dengan baik," katanya. 

Banjir di Tangerang terjadi sejak Jumat (19/2/2021). Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga membuat jalan tol Tangerang-Jakarta tak bisa dilintasi karena terendam air 80 cm. (*/yp)