Meski Pilkada DKI Batal Digelar 2022, Anies Tetap Punya Panggung di 2024 

Sammy
Meski Pilkada DKI Batal Digelar 2022, Anies Tetap Punya Panggung di 2024 

Jakarta, HanTer - Isu seputar pemilihan kepala daerah (Pilkada) kerap bergulir. Tak sedikit pihak yang mengaitkan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang sedianya digelar 2022 namun diusulkan menjadi 2024 dengan peluang incumbent, Gubernur Anies Baswedan yang bakal menang dengan mudah.  Disebutkan, beberapa partai politik (Parpol) berpotensi mengusung Anies untuk berlaga pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai, meskipun peringkat Anies saat ini nomor satu sebagai calon gubernur namun jika pemilu diadakan hari ini, elektabilitasnya tetap tak begitu tinggi.

"Jadi sebenarnya kekhawatiran terhadap anies akan menang mudah di 2022 jika pilkada tetap diadakan, itu menurut saya tetap berlebihan," katanya di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Sebaliknya, menurut dia, jika akhirnya Pilkada DKI tetap dilaksanakan 2024 maka Anies juga tak kehilangan panggung di 2024. Sebab jika merujuk masa tugas Anies, dia akan berakhir September 2022.

"Kemudian awal 2023 nasdem sudah bikin konvensi capres, pertengahan 2023 selesai konvensi sudah didaftarkan ke KPU sebagai capres, kan proses pendaftaran sudah berlangsung beberapa bulan sebelum pileg pilpres 2024," jelasnya.

Dengan demikian, kata Burhan, ketika ada alasan yang menyatakan pilkada dilaksanakan 2024 agar Anies kehilangan panggung maka tidak tepat juga. Burhan meyakini Anies tetap punya panggung di 2025.

'Kawan dan Lawan'

Disisi lain, beberapa partai diprediksi akan menjagokan Anies di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024). Ahli Tata Hukum Negara Refly Harun menyebutkan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat mungkin menjagokan Anies Baswedan di Pilpres 2024. Karena menurutnya, hingga hari ini PKS tidak mempunyai kader yang cukup menonjol untuk dijagokan sebagai calon presiden.

"Karena itu dia (PKS, red) membutuhkan figur lain yang dianggap identik dengan PKS . Kalau kita lihat Anies, mungkin Anies bisa dianggap identik dengan PKS, karena yang mendukung Anies adalah kekuatan kanan dalam politik Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Menurut Refly, bisa saja Nasdem keluar dari koalisi Istana dan menjagokan Anies Baswedan. Dia mengingatkan, politik itu selalu cair. "Hari ini musuh, besok menjadi kawan. Hari ini kawan, besok jadi lawan," ujarnya.

Tiga Parpol

Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam memprediksi ada tiga partai politik ( parpol ) yang berpotensi mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024. Tiga parpol itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Syarat maju pilpres adalah mendapatkan dukungan parpol," ujar Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Arief menuturkan, kalau melihat peta politik hari ini, Anies Baswedan bisa komunikasi dengan PKS, Nasdem, dan PAN. "Saya kira tiga parpol tersebut yang potensial mengusung dia, apakah kemudian harus masuk parpol atau berada di luar sangat bergantung dinamika politik," pungkasnya. 

#Pilkada   #dki   #anies