Tewaskan 2 Orang, Walikota Duga Tawuran Cipinang Direkayasa Bandar Narkoba
Foto : Ilustrasi/foto: pixabay

JAKARTA - Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mensuga tawuran yang menewaskan dua anak muda di  Cipinang Besar Selatan sengaja dibuat bandar narkoba. Tujuannya, mengalihkan perhatian dari transaksi barang haram itu. 

"Ini mohon maaf, ada tawuran juga dibarengi adanya transaksi narkoba. Saya khawatir dipinjam kegiatan ini untuk kepentingan seperti itu," kata Anwar saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/4/2021). 

Menurutnya, beberapa pengurus RT/RW di lokasi rawan tawuran menyampaikan hal itu.  Tawuran sengaja dibuat agar polisi sibuk melerai tawuran hingga peredaran narkoba berjalan mulus. 

"Kita lihat bibit tawuran ini dari mana awalnya, apa ada kepentingan-kepentingan lain. Diharapkan dari pihak kepolisian bisa mengusut tuntas," ujarnya.

Ia juga menyebutkan upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan semua lapisan masyarakat. Termasuk peran tokoh agama untuk membina para remaja agar tidak terlibat tawuran dan memakai narkoba.

"Artinya perlu intervensi dari para tokoh masyarakat, menyadarkan mereka. Para pemuka agama tolong diingatkan warga kita, diedukasi. Di saat pandemi Covid-19 lagi susah kok masih ada tawuran," katanya.

 Tawuran itu terjadi pada Rabu, 31 Maret 2021. Dua korban tewas  adalah Cahyadi yang tewas di lokasi keributan dan Fajar yang meregang nyawa di RSCM. Polisi menetapkan dua tersangka, yakni DI dan FA.  (*/yp)