Warga DKI Diminta Jangan Takut Vaksinasi COVID-19

sammy
Warga DKI Diminta Jangan Takut Vaksinasi COVID-19

Jakarta, HanTer - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada warga Ibu Kota agar tidak takut dengan vaksinasi Covid-19. Pesan ini disampaikan untuk kelompok masyarakat yang belum mendapat giliran disuntik vaksin.

"Pada setiap elemen masyarakat yang belum memperoleh vaksinasi, setelah mendapatkan jadwal vaksin jangan takut untuk divaksin. Informasi penjadwalan sudah tersedia di corona.jakarta.go.id atau melalui aplikasi JAKI yang diunduh secara gratis," kata Ariza di Jakarta, Minggu (4/4/2021)

Menurut Ariza, pemerintah telah membagi empat tahap pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dengan mempertimbangkan ketersediaan dan waktu kedatangan vaksin dari luar negeri. Pada tahap awal vaksinasi ditujukan bagi tenaga kesehatan, tokoh publik dan penunjang tenaga kesehatan.

Lalu tahap kedua ditujukan kepada petugas pelayanan publik, seperti pedagang pasar, insan pers, aparat TNI-Polri, lansia dan sebagainya. Kemudian tahap ketiga, vaksinasi dilakukan kepada masyarakat rentan dari aspek sosial dan ekonomi.

"Tahap empat adalah masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin," ujarnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah pusat dan daerah saja, tapi juga di faskes milik swasta yang memenuhi persyaratan pelaksanaan. Persyaratan itu di antaranya memiliki tenaga vaksinator, memiliki ruang penyimpanan vaksin dan sebagainya.


Ratusan Tempat Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memaparkan ada ratusan tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Rinciannya, 114 puskesmas, 168 rumah sakit, 70 klinik, 136 lokasi vaksin dinamis dan 12 sentra vaksin.

"Untuk pembentukan sentra vaksin dinamis di lingkungan tempat tinggal dilakukan agar memudahkan akses lansia," ujar Widyastuti.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, total penerima vaksinasi di Jakarta mencapai 8.815.157 jiwa. Untuk sasaran pada tahap pertama dan kedua, ditujukan kepada 3.000.689 jiwa.

Data per 2 April, total vaksinasi dosis satu mencapai 1.301.379 jiwa dan total vaksinasi dosis dua mencapai 485.734 jiwa. Rinciannya, target vaksinasi kepada tenaga kesehatan mencapai 112.301 jiwa, target lansia 911.631 jiwa dan pelayanan publik 1.976.757 jiwa.

Untuk vaksinasi tenaga kesehatan, melebihi target yang ditetapkan. Berdasarkan data itu, realisasi vaksinasi bagi tenaga kesehatan untuk dosis pertama dan kedua mencapai 231.764 orang.

Sementara untuk realisasi vaksinasi bagi lansia masih jauh dari target, mencapai 554.726 orang. Sama halnya dengan kelompok pelayanan publik, realisasi penerima vaksin dosis pertama dan kedua baru mencapai 1.000.623 jiwa.