Ombudsman Jakarta Ingatkan: 1,7 juta Warga Usia Sekolah Tularkan Covid-19

Harian Terbit/Sammy
Ombudsman Jakarta Ingatkan: 1,7 juta Warga Usia Sekolah Tularkan Covid-19
Ilustrasi aktivitas warga saat pandemi COVID-19 (ist)

Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya mengingatkan pemerintah, ada sekitar 1,7 juta penduduk Ibu Kota berusia sekolah yang berpotensi menjadi carrier (penular) Covid-19. Angka sebanyak itu merupakan 16,5 persen dari tingkat populasi di Jakarta mencapai 10.560.000 jiwa.

"Mereka berpotensi tinggi menjadi carrier Covid-19 selama PTM (pembelajaran tatap muka) karena belum ada vaksin bagi mereka, dan mereka terlibat dalam kegiatan di dalam serta di luar ruang selama PTM tersebut," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho, Minggu (4/4/2021).

Hal itu dikatakan Teguh untuk menanggapi adanya rencana PTM pada Juli 2021 yang disepakati empat menteri melalui surat keputusan bersama (SKB). Keempat menteri itu adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Menteri Agama RI, Menteri Kesehatan RI, dan Menteri Dalam Negeri RI.

Namun Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar PTM secara terbatas mulai 7-29 April 2021. Hal itu diputuskan setelah DKI melakukan kajian yang mendalam dari bulan Feburari-Maret 2021 lalu.

Atas dasar itulah, Teguh berharap Pemerintah Pusat dapat mengubah strategi vaksinasi Covid-19 dari pendekatan tahapan seperti yang selama ini berjalan, menjadi pendekatan regional wilayah epicentrum Covid-19. Hal ini berkaca pada kesuksesan vaksin Measles (M) dan Rubella (R) di tahun 2017 yang memfokuskan pada vaksinasi di wilayah Jawa, sehingga mencapai target 95 persen sesuai waktu yang direncanakan.

"Saran ini kami sampaikan setelah kami melakukan kajian terhadap program vaksinasi di Jakarta yang tidak mencapai angka kecepatan seperti yang diharapkan. Usulan ini juga disampaikan untuk mempercepat vaksinasi dan mencapai herd immunity," jelasnya.

Menurut dia, target total vaksinasi untuk Jakarta mencapai 8.815.157 orang yang dibagi dalam empat tahapan. Pada tahap pertama dan kedua, Jakarta ditargetkan menyelenggarakan vaksinasi sebanyak 3 juta orang yang harus tercapai dari bulan Januari sampai dengan April 2021.

Sementara yang terlaksana saat ini, untuk tahap 1 telah tervaksin sebanyak 122.199 nakes dan tenaga penunjang dari target 112.301 atau mencapai 108,8 persen. Pada tahap II untuk Lansia; dari target 911.631 baru terealisasi 337.760 (37,1 persen) dan Pelayan Publik dari target 1.976.757 baru terealisasi 465.428 (23,5 persen), kemudian jika ditotal sebesar 915.489 atau 30,8 persen setelah berjalan hampir dua bulan.

"Jadi untuk mengejar target vaksinasi tahap I dan II sebesar 3 juta, Jakarta harus melakukan vaksinasi kepada hampir 2.084.511 orang," ujarnya.

Teguh mengingatkan, capaian target tersebut untuk vaksinasi dosis pertama, sementara untuk dosis kedua, capaiannya lebih rendah lagi mencapai 258.406 dosis. Sedangkan jika ingin mencapai target sebesar 8.815.157 orang divaksin hingga tahap IV dan tuntas di bulan Maret 2022, maka vaksinasi di Jakarta setiap bulan harus konstan di angka 587.677 orang per bulan.

Namun dengan target bulan April yang mencapai 2.084.511 orang, maka dipastikan ada potensi kemunduran target vaksin di Jakarta, karena pada bulan tersebut Jakarta harus melakukan pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan dalam waktu 3,5 bulan. Belum lagi dengan dengan tambahan pekerjaan rumah dari vaksinasi dosis kedua pada masing-masing tahapan.

"Jadi, semakin cepat proses vaksinasi, semakin cepat herd immunity tercapai, semakin besar perlindungan aktif bagi warga dalam menjalankan aktivitasnya termasuk dalam program PTM," ungkapnya.

#Sekolah   #dki   #corona   #covid-19