DKI Berencana Izinkan Tempat Karaoke Dibuka Kembali

Sammy
DKI Berencana Izinkan Tempat Karaoke Dibuka Kembali
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengizinkan tempat karaoke dibuka kembali di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini mendapat beragam tanggapan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah meninjau permohonan dari sejumlah tempat karaoke yang mengajukan izin pembukaan operasional di masa pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, mengatakan, pembukaan tempat usaha karaoke di Jakarta menunggu kondisi pandemi Covid-19 kondusif. Selain itu, kata dia, pembukaan tempat karaoke juga harus berdasarkan hasil peninjauan tim Satgas Covid-19 dari dinas-dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satpol PP.

"Ditinjau ke sana (tempat karaoke) bagaimana prokes-nya, baru nanti apabila situasi (pandemi) sudah kondusif, baru diizinkan (dibuka) untuk yang telah selesai ditinjau dan sudah sesuai persyaratan," katanya di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Ratusan Tempat

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Iffan mengatakan ada 106 tempat karaoke mengajukan izin pembukaan operasional di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia, pihaknya tengah meninjau 20 permohonan. "Kami nilai dari aspek administrasi dengan aspek di lapangan," kata dia di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Diawasi Ketat

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menilai warga sudah jenuh sehingga berharap berputarnya roda ekonomi salah satunya melalui tempat karaoke. "Kondisi warga Ibu Kota sudah jenuh, dan juga mengharapkan mulai bergulirnya ekonomi, namun harus terbangun kesadaran yang tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Meski demikian, pembukaan tempat karaoke menurut Gembong harus selaras dengan pengawasan protokol kesehatan. Gembong juga mengingatkan soal kapasitas ruangan karaoke.

"Pembukaan hiburan karaoke, harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat terhadap penerapan protokol kesehatan, dan pembatasan kapasitas ruangan," ujarnya.

Jadi Masalah

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menilai negatif langkah Pemprov DKI Jakarta yang tengah berencana membuka kembali tempat karaoke di Ibu Kota. Menurutnya, rencana itu terlalu gegabah di tengah kemunculan varian baru Covid-19, B117 asal Inggris.

Ia menilai, adanya mutasi Covid-19 itu menunjukkan adanya epidemi baru di tengah pandemi. Artinya, belum tentu peralatan pemeriksaan ataupun vaksin efektif untuk mengenali karakteristik mutasi virus tersebut.

"Pelonggaran ini akan menjadi masalah yang sangat serius, kita akan mengalami lonjakan kasus, terutama kasus kematian," kata Dicky di Jakarta.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #karaoke