Stok Pangan di DKI Selama Ramadhan Aman

Sammy
Stok Pangan di DKI Selama Ramadhan Aman
Ilustrasi pedagang sembako

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan mengusahakaan stok pangan aman selama bulan ramadan. Ia juga akan melakukan antisipasi inflasi untuk menjaga harga.

Hal tersebut disampaikan Anies saat memimpin jalannya High Level Meeting Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait, di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta.

"Kita akan antisipasi (inflasi) jelang Ramadan, di mana dari tahun ke tahun kita menemukan situasi yang hampir sama. Kita harus siapkan agar masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya pasokan kebutuhan pokok berjalan lancar," ujar Anies, Kamis (8/4/2021).

"Sehingga demand (permintaan, red) terjaga dan harga stabil, serta terjangkau,” tambah Anies menjelaskan.

Dalam rapat itu, diutarakan juga para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta BUMD pangan. Berdasarkan hal itu, Anies memastikan pasokan jelang Ramadan aman.

Apabila pasokan bahan pokok aman, maka demand akan terjaga bahkan meningkat, sehingga akan menggerakkan perekonomian.

"Perlu kita garisbawahi adalah menggerakkan perekonomian dengan menjaga demand dari kosumsi rumah tangga. Bila kosumsi rumah tangga bergerak, maka akan berdampak besar pada rute menuju recovery dari pandemi," jelasnya.

Mantan Mendikbud itu menyebut berdasarkan data dari TPID Provinsi DKI Jakarta, inflasi di Provinsi DKI Jakarta relatif terjaga dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, inflasi Jakarta sebesar 0,06 persen (mtm), atau sebesar 1,11 persen (yoy) pada Maret 2021.

Indikator Perbaikan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko menjelaskan, secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan Maret 2021 tercatat sebesar 0,38 persen (ytd) lebih rendah dari periode yang sama tahun 2020 yaitu 0,85 persen (ytd).

"Perbaikan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan masih berlanjut pada triwulan I 2021," tuturnya.

Diperkirakan, akan ada beberapa indikator perekonomian yang menunjukkan perbaikan. Diantaranya peningkatan penjualan online serta otomotif, dan kenaikan impor barang konsumsi.

"Serta membaiknya indeks keyakinan konsumen dan job vacancy," pungkasnya.