Dimulai dari Curhat, Ini Peran Azis Syamsudin di Kasus Suap Tanjung Balai

yp
Dimulai dari Curhat,  Ini Peran Azis Syamsudin di Kasus Suap Tanjung Balai
Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterang pers kasus suap di Pangkalanbinjai. (instagram kpk.official)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR asal Golkar, Aziz Syamsuddin (AZ), punya andil dalam perkara kasus dugaan suap terhadap oknum penyidik 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ketua KPK, Firli Dahuri, menyebut politisi Golkar itu diduga sebagai pihak yang mengatur pertemuan antara Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS), dengan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP), hingga terjadinya praktik suap. 

Menurutnya, Syahrial awalnya datang ke rumah dinas Aziz Syamsuddin menyampaikan masalah yang dihadapinya. Persoalan itu adalah asus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai yang sedang diselidiki KPK.

Aziz Syamsuddin, sambungnya, kemudian mengambil inisiatif menelepon penyidik KPK AKP Stepanus Robin. Ini dilakukan melalui ajudan pribadi yang juga anggota Polri.

"Atas perintah AZ, ajudan AZ menghubungi SRP untuk datang ke rumah dinas AZ, " ungkap Firli dalam jumpa pers, Sabtu (24/4/2021).

Selanjutnya, Aziz Syamsuddin mengenalkan AKP Stepanus Robin ke M Syahrial yang kemudian menyampaikan keinginannya agar Stepanus membantunya menghentikan penyelidikan kasus dugaan suap jual-beli di Pemkot Tanjungbalai.

"Setelah pertemuan, SRP mengenalkan MH (Maskur Husain) melalui telepon kepada MS untuk bisa membantu permasalahannya," lanjut Firli. 

Kesepakatan jahat pun terjadi. Stepanus dan Maskur Husain sepakat membantu Syahrial dengan perjanjian ada uang yang harus disiapkan. 

Syahrial sepakat memberi imbalan Rp1,5 miliar ke  Stepanus dan Maskur bila berhasil menghentikan penyelidikan kasus di Tanjungbalai.

Syahrial pun mentransfer uang yang diminta Stepanus dan Maskur hingga 59 kali ke rekening milik Riefka Amalia. Total Rp1,3 miliar diterima Stepanus dari M Syahrial. 

"Setelah terima uang, SRP menegaskan kepada MS dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK," ungkap Firli.

Atas perbuatannya, KPK menetapkan Stepanus Robin Pattuju, Maskur Husain, dan M Syahrial sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga telah melaporkan pelanggaran etik Stepanus ke Dewan Pengawas KPK. (*/yp)