Diduga Gelapkan Bilyet Rp80 Miliar, Alvin Lim dkk Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

zamzam/relass
Diduga Gelapkan Bilyet Rp80 Miliar, Alvin Lim dkk Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Jakarta, HanTer - Founder LQ Indonesia Lawfirm Alvin Lim bersama Hamdani dan Phiorucci dilaporkan ke Polda Metro Jaya nasabah kasus investasi gagal bayar Fikasa terkait dugaan penggelapan bilyet Rp80 miliar.

 

Laporan polisi tercantum dengan No: LP/2218/IV/YAN.2.5./2021/SPKT PMJ, tertanggal 26 April 2021, dengan tuduhan pidana penggelapan sebagaimana pasal 372 KUHP.

Ketiganya dilaporkan ke polisi setelah upaya persuasif yang yang disampaikan para nasabah di kantor LQ Indonesia Lawfirm di kawasan Karawaci, Tangerang, gagal membuahkan hasil.

Kedatangan para nasabah ke kantor LQ Indonesia Lawfirm itu untuk mengklarifikasi terkait posisi bilyet milik nasabah senilai Rp80 miliar yang dikuasai Alvin Lim.

Anton yang menjadi perwakilan para nasabah menyatakan kehadirannya di Polda Metro Jaya untuk melaporkan tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Alvin Lim dkk dari LQ Indonesia Lawfirm.

"Kami sudah minta baik-baik kepada Pak Alvin masalah bilyet asli nasabah Fikasa, tapi malah disangkal dan tidak mau mengembalikan aset milik nasabah," ujar Anton kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (26/4/2021).


Menurutnya, melalui Kantor Hukum Rumah Keadilan, bilyet tersebut sudah diberikan kepada Alvin Lim untuk mengurus perdamaian. Pemberian bilyet tersebut diberikan oleh Kantor Hukum Rumah Keadilan kepada Phiorici dari LQ Indonesia Lawfirm, dan bertandatangan.

"Nasabah menitipkan bilyet asli untuk perjanjian perdamaian tapi pada saat pelaksanaannya, nasabah tidak kunjung dapat pengembalian asetnya," kata Anton.


Dijelaskannya bukti tidak adanya itikad baik, dan indikasi penggelapan yang diduga dilakuan Alvin Lim terlihat di group nasabah Fikasa di mana Alvin tidak mengakui telah menerima surat kuasa dari nasabah. Bahkan Alvin tidak mengakui menerima fee awal.

"Padahal kita pernah memberikan surat kuasa melalui Kantor Hukum Rumah Keadilan ke pak Alvin dan juga fee awal kepada Alvin," ujarnya.


Anton menjelaskan, waktu itu pihak LQ meminta ke Rumah Keadilan untuk diberikannya bilyet asli untuk pengurusan perdamaian dengan Fikasa.

"Nah bilyet aslinya pun sudah dikirimkan dan diterima ibu Phiorucci lengkap dengan tandatangannya. Tapi Alvin Lim malah menyangkal dengan alasan tidak mengenal siapa itu Phiorici," tandas Anton.

Anton menyebutkan telah mengantongi bukti-bukti seperti chat WhatsApp dan tanda terima penyerahan.

"Kita ada saksi sudah serahkan bilyet asli. Kita sudah serahkan tapi tidak diakui, surat kuasa juga tidak diakui, ya ini sudah ada indikasi penggelapan bilyet," sebut Anton.

Dia berharap aparat penegak hukum untuk memproses penggelapan bilyet milik nasabah senilau Rp80 miliar yang dikuasai Alvin Lim secara sepihak.

Terkait kasus tersebut Alvin Lim enggan berkomentar. Sambungan telpon maupun konfirmasi melalui WA (WhatsApp) wartawan Harian Terbit tidak respon.


Sambangi Kantor LQ Indonesia Lawfirm

Sebelumnya nasabah Fikasa menggeruduk kantor LQ Indoensia Lawfirm di kawasan Karawaci, Tangerang. Para nasabah datang untuk meminta bilyet asli milik mereka yang sudah dititipkan ke Phiorucci, staf LQ Indonesia Lawfirm.


"Saat mendatangi kantor LQ Indonesia Lawfirm, kita secara baik-baik ke kantor LQ Indonesia Lawfirm. Tapi kita tidak dibukakan pintu dan tidak ada jawaban penyelesaian dari Alvin Lim selaku Ketua Pengurus LQ Indonesua Lawfirm," tegas Anton.

 

#Kasus   #Bilyet   #Rp80   #Miliar