Kasus COVID-19 Klaster Kantor Meningkat Akibat Abaikan Prokes

Sammy
Kasus COVID-19 Klaster Kantor Meningkat Akibat Abaikan Prokes
Ilustrasi aktivitas warga saat pandemi

Jakarta, HanTer - Angka kasus positif COVID-19 pada klaster perkantoran sempat mengalami kenaikan yang signifikan pada beberapa waktu lalu. Saat ini, angka kasus positif terbilang fluktuatif, cenderung menurun, yakni pada periode 19-25 April 2021 ditemukan 68 kasus dari 27 kantor. Namun, tetap berpotensi terjadi peningkatan kembali.

 

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menegaskan pentingnya disiplin protokol kesehatan walaupun banyak pekerja yang merupakan pelayan publik telah mendapatkan vaksinasi COVID-19. 

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengakui peningkatan klaster Covid-19 di perkantoran. Dia menduga hal itu terjadi karena melonggarnya protokol kesehatan (prokes).

 

"Memang klaster perkantoran terjadi peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Memang kita tahu belakangan memang terjadi beberapa pelonggaran," ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/4/2021).

 

Ariza mengatakan, pelonggaran prokes memang tidak terlalu signifikan. Kapasitas perkantoran tetap 50 persen, dan jam operasional dibatasi. Karena itu Ariza mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan kembali apa yang menjadi penyebabnya. 

 

"Apakah terjadinya (klaster, red) di perkantoran itu sejak di rumah, diawali dengan klaster rumah misalnya. Apakah di perjalanan pergi, di perjalanan pulang atau di kantor itu sendiri, atau di tempat-tempat lain. Ini memang sedang kita cek kembali," tuturnya.

 

Ariza mengatakan saat ini perkantoran di Jakarta diminta tak lengah menerapkan prokes meski telah melakukan vaksinasi. Meski sudah divaksin bukan berarti melonggarkan prokes.

 

"Jadi jangan sebaliknya, karena vaksinnya tinggi kemudian kita malah melonggarkan atau lengah dan sebagainya. Terus tingkatkan juga evaluasi, pengawasan," tuturnya.


 

Selidiki Faktor Pemicu

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, menjelaskan, saat ini pihaknya masih menyelidiki faktor pemicu meningkatnya klaster perkantoran dari data epidemiologi, yang mana beberapa kasus yang ditemukan juga berhubungan dengan klaster keluarga. Kenaikan kasus pada 12 – 18 April 2021 juga karena faktor akumulasi data/rapelan kasus positif minggu sebelumnya dari salah satu RS di DKI Jakarta. Selain itu, peningkatan kasus selalu terjadi setelah adanya libur panjang (long weekend) yang harus diantisipasi adanya lonjakan kasus sekitar 14 hari dari waktu libur panjang tersebut. 

 

"Sebagian kasus konfirmasi COVID-19 itu terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi COVID-19. Kami perlu tegaskan, meski sudah divaksin, tidak berarti kita bebas 100 persen dari COVID-19 dan melakukan kegiatan seenaknya. Implementasi protokol kesehatan harus diperketat secara konsisten oleh perkantoran," tegasnya di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

 

Lebih lanjut, Widyastuti menyampaikan, pada kasus konfirmasi positif COVID-19 sesudah divaksin, sebanyak 21 persen merupakan orang tanpa gejala, 73 persen bergejala ringan, dan hanya 6 persen yang membutuhkan perawatan rumah sakit, lalu sembuh. Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi sesuai tahapan yang dijadwalkan Pemerintah karena dapat mencegah kesakitan dan kematian. 

 

"Oleh karena itu, vaksinasi adalah upaya pencegahan yang sangat baik, utamanya mencegah keparahan dan meninggal. Akan tetapi, penularan masih bisa terjadi walaupun sudah divaksin lengkap. Oleh karena itu, menerapkan prokes penting dilakukan. Mari saling melindungi diri dan orang sekitar kita dengan menjalankan 5M," imbuhnya.

 

Pemprov DKI Jakarta tetap mengimbau untuk kapasitas ruangan di perkantoran hanya diisi 50 persen dan tetap menerapkan sistem bekerja dari rumah maupun dari kantor. Jika ada yang melebihi kapasitas tersebut, diharapkan segera melaporkan ke Pemprov DKI Jakarta, salah satunya dapat melalui fitur JakLapor pada aplikasi JAKI (Jakarta Kini), dan akan ditindaklanjuti.  

 

Seperti diketahui, tercatat ada 425 kasus konfirmasi COVID-19 dari 177 perkantoran di DKI Jakarta dalam periode tanggal 12-18 April 2021. Sedangkan pada minggu sebelumnya, 05-11 April, tercatat ada 157 kasus konfirmasi COVID-19 dari 78 perkantoran di DKI Jakarta. Adanya kenaikan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 pada klaster perkantoran ini menjadi bukti bahwa pandemi belum juga usai.

#Corona   #covid-19   #kantor   #dki