Kerumunan Ditempat Wisata, Pengamat: Kesalahan Kebijakan Pemerintah Pusat

Harian Terbit/Sammy
Kerumunan Ditempat Wisata, Pengamat: Kesalahan Kebijakan Pemerintah Pusat
Ilustrasi suasana tempat wisata Ancol

Kerumunan sempat terjadi di sejumlah tempat wisata di DKI Jakarta baru-baru ini. Bahkan, kondisi tersebut menyulut sikap tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup beberapa tempat wisata tersebut.

Sikap Anies itu kerap dipuji berbagai kalangan. Bahkan ada juga yang menyebut bahwasanya, keramaian yang sempat terjadi di beberapa tempat wisata merupakan kesalahan pemerintah pusat yang memiliki kebijakan yang tidak serius dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief, menyampaikan rasa terima kasihnya lantaran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mau mendengarkan kritik dari masyarakat. Sehingga, berbuah kebijakan yang pro dengan rakyat.

"Terima kasih Gubernur Anies, yang bergerak cepat menutup tempat wisata. Begitulah pemimpin, mau mendengar masukan. Jangan contoh beberapa pimpinan lain yang budeg atas kritik," tegasnya di Jakarta, Minggu (16/5/2021).

Lebih lanjut, dia meminta kepada Gubernur Anies untuk konsentrasi penuh dalam penanganan Covid-19.

Adapun Andi Arief mengingatkan bahwa Jakarta merupakan  tulang punggung Indonesia melawan Covid-19. Jangan sampai Jakarta ikut-ikutan mengeluarkan ajakan bombastis demi mengejar pertumbuhan ekonomi dengan wisata. Seperti membuka mal, tempat wisata dan lainnya yang mengundang kerumunan. "Pemimpin harus berkarakter," pesannya.

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menutup sementara tempat wisata. Tempat wisata yang ditutup adalah Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Taman Margasatwa Ragunan.

Penegasan itu disampaikan langsung Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya dalam sebuah surat edaran yang diberikan kepada pengelola tiga tempat wisata itu. Surat edaran itu tertanggal Sabtu (15/5).

Kawasan usaha pariwisata akan dibuka kembali pada tanggal 18 Mei 2022.

Bukan Kesalahan Anies

Pengamat Sosial Politik, Muslim Arbi, menilai pemerintah pusat tidak konsisten dalam penanganan pandemi. Karena, larangan kerumunan hanya diarahkan terhadap pemudik atau pergerakan masyarakat dari satu kota ke kota lainnya.

"Kalau dilihat dari kebijakan pusat untuk menggenjot parawisata, maka kerumunan wisata di Ancol, TMII, dan Ragunan itu kesalahan pemerintah pusat," ujar Muslim di Jakarta, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, kebijakan membuka wisata ini juga bertolak belakang dengan larangan ziarah ke makam dan mudik lebaran. Jika alasannya untuk mendatangkan uang, Muslim menilai, seharusnya mudik dan ziarah dibuka karena hal tersebut juga menghasilkan uang.

"Tapi nyata pemerintah ambivalen, larangan mudik di perketat dan bahkan sangat keras, larangan ziarah ke makam-makam juga. Sedang wisata dibuka lebar-lebar," tuturnya.

Atas alasan tersebut, Muslim menilai dibukanya tempat wisata di DKI bukan kesalahan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Bukan kesalahan Gubernur Anies, tapi kesalahan pemerintah pusat untuk menggenjot pemasukan, karena pusat sekarang tidak ketemu cara untuk pemasukan kas negara selain utang. Kalau DKI dapat pemasukan besar dari wisata, pusat kan kebagian juga, minimal utang pusat ke DKI," pungkas Muslim.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan bahwa kerumunan orang yang terjadi di sejumlah tempat wisata di DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten membuktikan bahwa pemerintah telah mengabaikan kesehatan publik di tengah pandemi Covid-19.  

Menurutnya, kerumunan orang di tempat wisata itu juga menunjukkan bahwa pemerintah lebih fokus pada penanganan masalah ekonomi dibandingkan kesehatan publik.

"Memang diabaikan. pemerintah harus konsisten, seharusnya pemerintah mencegah. Kita tidak menghendaki Covid-19 hilang, tapi paling tidak terkendali, jadi kita minta pembatasan. Pemerintah harus buat kebijakan yang lebih utamakan kesehatan publik," ucap Trubus di Jakarta, Minggu (16/5/2021).

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #wisata   #mudik