Satpol PP Datangi Bedeng Liar dan Ajak Mediasi, Warga Perumahan Puri Madani Tetap Minta Dibongkar
Foto : Satpol PP Tangsel datangi bedeng liar di Jalan Griya Mulatama, Perumahan Puri Madani 2, RT 2/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (3/6/2021)

Tangerang, HanTer - Warga Perumahan Puri Madani tetap meminta agar bedeng liar yang menjamur di permukiman warga di Jalan Griya Mulatama, Perumahan Puri Madani 2, RT 2/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), meskipun pihak Satpol PP setempat ingin memidiasi antara pemilik bedeng dengan warga.

Ketua RT 02/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Perumahan Puri Madani 2, Isran Hasan mengatakan, warga sangat kecewa karena kedatangan satpol PP yang diharapkan dapat memberi peringatan hingga menertibkan keberadaan bedeng liar, malah tampak membuka ruang mediasi antara pemilik bedeng liar dengan warga bahkan berjanji akan memfasilitasi mediasi tersebut.

"Jangan sampai mediasi menghasilkan kesepakatan yang melanggar aturan. Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah seharusnya menegakkan peraturan bukan malah mediasi. Ini jadi salah kaprah seolah menyetujui atau tidak mempermasalahkan adanya pelanggaran aturan dengan berdirinya bedeng liar di perumahan warga. Keinginan kami sangat sederhana; kami hanya ingin hidup tentram dari kebisingan pekerjaan di bedeng, kami ingin lingkungan kami tidak tercemar dari limbah bedeng, dam kami   ingin kesehatan kami tidak terancam akibat polusi udara karena kegiatan pembakaran dan kekumuhan yang mengganggu lingkungan. Intinya, kami ingin lingkungan kami bebas dari keberadaan bedeng-bedeng liar tersebut. Jadi, seharusnya petugas satpol PP datang untuk menegakkan aturan dan melakukan penertiban jika ada bangunan illegal bukan mediasi," kata Irsan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/6/2021).

Sebelumnya sejumlah petugas satpol PP Tangerang Selatan mendatangi bedeng liar yang menjamur di permukiman warga di Jalan Griya Mulatama, Perumahan Puri Madani 2, RT 2/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) setelah pemberitaan mengenai keresahan warga Puri Madani 2 tayang di sejumlah media.

Saat petugas satpol PP meninjau lokasi, sempat terjadi perbincangan dengan pemilik bedeng liar dan penjaga lahan. Mereka mengakui bahwa bedeng yang mereka bangun di lahan seluas sekitar setengah lapangan bola ini berdiri tanpa izin warga sekitar. Kepada petugas satpol PP, pemilik bedeng dan penjaga meminta ruang mediasi dengan warga.

Untuk diketahui, sejumlah bedeng liar menjamur di permukiman warga di Jalan Griya Mulatama, Perumahan Puri Madani 2 sejak sekitar satu setengah tahun lalu. Awalnya, bedeng liar muncul sekitar Juni 2019, sebagai tempat komando proses mutilasi bus besar.

Namun limbah mutilasi kerangka bus mengotori lingkungan. Sebab tak jarang ban dan tempat duduk bekas dibakar di sana. Asapnya membuat polusi dan limbahnya mengotori lingkungan warga. Juga ada suara-suara keras dari mesin yang mengganggu kenyamanan warga. Kemudian, bermunculan bedeng lainnya dan bahkan ada satu bedeng besar untuk jual beli dan reparasi motor tua.

Awalnya bedeng- bedeng tersebut tampak sederhana, namun lama kelamaan terlihat menjadi bangunan semi permanen. Alhail, lingkungan menjadi kumuh karena banyak tampak tumpukan kayu berserakan serta barang lainnya.