Soal PPDB Online DKI, Ombusdman Sebut Provider Salah Perhitungan

yp
Soal PPDB Online DKI, Ombusdman Sebut Provider Salah Perhitungan
Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA –Ombudsman Jakarta Raya telah meminta keterangann Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI dan PT Telkom terkait kendalapelaksanaan Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) Online.

Teguh Nugroho, Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, menyebut berdasarkan pemeriksaan diketahui ada kegagalan provider penyelenggara PPDB tahun ajaran 2021/2022, dalam hal ini Telkom. “BUMN tersebut salah memperhitungkan kemampuan server dan bandwidth-nya sehingga mengganggu pelayanan pendaftaran hari pertama jenjang SD, SMP dan SMA," kata Teguh dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, sistem PPDB online 2021 terdapat pembaaruan dari yang semula integrasi statis menjadi dinamis. Ini untuk menghindari kesalahan input manual yang dilakukan pendaftar.

Selain itu, Disdukcapil juga telah membuka sistem data base untuk menyiapkan tiga server, yaitu mempermudah proses pengintegrasian data dengan sistem pendaftaran online dan Sidanira.

"Sementara Telkom telah menyediakan 65 server dan 14 server cadangan dengan bandwidth 10 Gigabyte untuk memenuhi kebutuhan PPDB online,” katanya.

Ia mengataan simulasi dan uji coba telah dilakukan pihak Telkom. Namun Teguh beranggapan provider tidak memprediksi kebutuhan sarana dan prasarana dalam menghadapi kemungkinan ledakan traffik saat pendaftaran.

"Sayangnya, Telkom gagal melakukan prediksi tersebut sehingga terjadi kendala dalam penyelenggaraan PPDB pada hari Senin 7 Juni 2021 yang merupakan hari pertama pembukaan portal pendaftaran PPDB," katanya.

Sebelumnya, orang tua murid banyak mengeluhkan sulitnya pendaftaran dalam PPDB online. Pemprov DKI kemudian memperpanjang waktu pendaftaran untuk jalur prestasi jenjang SMA/SMK dan SMP hingga Jumat (11/6/2021) pukul 14:00. (yp)

#ppdbonline   #