PWI Depok Kecam Arogansi Oknum Preman Terhadap Wartawan Peliput BTS Meal

Eka
PWI Depok Kecam Arogansi Oknum Preman Terhadap Wartawan Peliput BTS Meal
Vini Rizki Amelia Didampingi Pengurus PWI Depok melakukan pelaporan ke Mapolres Metro Depok (ist)

Depok, HanTer - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok mengecam sikap arogansi yang dilakukan oknum preman terhadap jurnalis saat melakukan tugas peliputan di McDonald's City Plaza (Ciplaz) Margonda Depok, Rabu (9/6/2021).

Kecaman tersebut tak lepas lantaran adanya unsur penghinaan dari oknum preman terhadap soerang pewarta dan juga profesinya. "Saya kecam sikap arogan itu, apalagi diikuti dgn kata-kata kasar tak senonoh. Itu sudah intimidasi," kata Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah, Rabu (9/6/2021) malam WIB.

Menurut Rusdy, sikap arogansi oknum preman di McD Ciplaz Margonda Depok telah menabrak hak jurnalis yang dilindungi Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999. "Terkait menghalang-halangi kerja wartawan itu sudah melanggar hukum UU Pers Pasal 8 yaitu 'Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum," tegas dia.

Kronologi kecaman PWI kota Depok tak lepas dari buntut perlakuan kasar oknum keamanan McDonald’s terhadap wartawan Warta Kota, Vini Rizki Amelia yang sedang meliput antrean dan kerumunan para pengemudi ojek online (ojol) yang hendak mengorder makanan BTS Meal di McD Ciplaz Margonda.

Mendapat perlakuan kasar, Vini kemudian menghampiri pria tersebut. Beberapa petugas McDonald’s dan seorang pria yang mengaku pemegang wilayah sekitar lokasi McDonalds melarang untuk diliput. Bahkan, oknum yang memakai pakaian preman atau tidak mengenakan seragam Mcdonald ini pun sempat melontarkan kalimat kasar.

“Gua enggak ada urusan sama ormas, gua enggak ada urusan sama wartawan, t*i anj**,” ujar pria berinisial Q yang terdengar jelas oleh Vini.

Tak terima dilontarkan dengan kalimat kasar, Vini berpaling dan menanyakan kapasitas Q melarang dirinya meliput dilokasi. “Bapak siapa ya ngelarang saya liputan. Saya di lindungi undang undang lho pak meliput,” kata Vini kepada Q. “Saya yang punya wilayah,” jawab Q kepada Vini.

Aksi debat itu pun tak berlangsung lama karena langsung dipisahkan oleh para pengendara ojol yang ada dilokasi. Dampak dari pelarangan dan kekerasan verbal yang diterima membuat Vini merasa trauma dan takut secara pribadi. “Secara pribadi saya takutlah, karena merasa di intimidasi,” ujarnya

Alhasil, guna memberikan efek jera Vini didampingi pengurus PWI Kota Depok pun melaporkan kasus ini ke Polrestro Depok dengan nomor pelaporan, Nomor: LP/B/1113/VI/2021/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya.

Disegel Pol PP
Ditempat terpisah, aparat Satpol PP Kota Depok mengambil tindakan tegas atas pelanggaran aturan tanpa ijin dan terutama aturan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang dilakukan pengelola McD Ciplaz Margonda.

Pelanggaran terjadi karena antrean menu terbaru BTS Meal yang menimbulkan kerumunan yang berdesak-desakan dan bahkan menimbulkan kemacetan lalulintas.

"Kami tutup dan segel selama 3x24 jam dengan garis polisi karena telah melanggar aturan, tanpa ijin dan melanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19," ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany di Kantor Satpol PP Kota Depok, Rabu (9/6/2021).

Lienda menambahkan, pihaknya juga akan segera memanggil pengelola McDonald Ciplaz untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut serta menjatuhkan sanksi administratif. "Kami segel dan panggil pengelolanya, tentu akan ada sanksinya yakni denda Rp 10 juta," pungkasnya.

#btsmeal   #depok   #mcd   #kerumunan   #margonda   #polpp   #preman