Live Music Dibolehkan di Hotel dan Restoran, Pengunjung Nyaman dan Betah Berlama-lama

Harian Terbit/Alee
Live Music Dibolehkan di Hotel dan Restoran, Pengunjung Nyaman dan Betah Berlama-lama

Pemprov DKI Jakarta mengizinkan penyelenggaraan "live music" di hotel dan restoran. Pelonggaran itu sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 381 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro pada sektor usaha pariwisata yang ditandatangani Plt Kadis Parekraf Gumilar Ekalaya, Senin (31/5).

Namun, ada sejumlah aturan yang perlu dilakukan sebelum mengadakan musik hidup di hotel atau restoran yakni memiliki legalitas Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Selanjutnya, jumlah personel harus menyesuaikan luas panggung, memasang pembatas di area panggung dan pengunjung dilarang untuk menyumbang lagu

Sambut Gembira 

Pengelola kafe menyambut gembira dengan kembali diizinkannya pertunjukan musik secara langsung (live music) di restoran dan kafe oleh Pemprov DKI Jakarta di tengah-tengah berbagai pembatasan akibat pandemi.

"Benar sudah ada pelonggaran dan kami sudah menyelenggarakan 'live music' dengan protokol kesehatan," kata pengelola Kafe Kotak Tebet, Budi di Jakarta, Kamis.

Budi mengatakan "live music" merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kafe dan restoran karena membuat pengunjung merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama. "Tentunya hal ini akan menguntungkan bagi kami," tutur Budi.

Budi mengatakan pemain musik sendiri bukanlah grup band terkenal tetapi memang mereka memiliki bakat dan minat untuk bernyanyi. "Kami mewadahi mereka untuk menyalurkan hobinya bermain musik dan bernyanyi, sehingga ikut membantu mengorbitkan mereka," kata Budi.

Bisnis Hiburan

Pelongggaran izin pertunjukan musik secara langsung (live music) dengan tetap memperketat protokol kesehatan di hotel dan restoran Jakarta akan mendongkrak denyut bisnis hiburan.

"Pembatasan yang sudah panjang lebih dari satu tahun ini tentu akan ada dampak besar di bisnis hiburan," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pelonggaran kebijakan untuk penyelenggaraan musik hidup itu akan mendorong penyerapan sektor tenaga kerja di bisnis hiburan.

Meski diizinkan, ia meminta pelaku usaha untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) agar tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran (Apkrindo) Eddy Sutanto menilai pemberian izin untuk penyelenggaraan pertunjukan musik secara langsung (live music) harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat oleh pengelola kafe dan restoran.

Menurut dia saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis, penerapan prokes terutama terhadap kru dan pemain musik yang akan tampil tidak boleh longgar.

Perekonomian

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat Irwan menilai izin penyelenggaraan "live music" di hotel dan restoran akan menumbuhkan perekonomian DKI Jakarta.

Penyelenggaraan "live music", menurut Irwan, secara perlahan akan berdampak ganda pada perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja karena penyanyi dan kru musik bisa kembali tampil.

"Secara stimulan pelan-pelan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, dari hiburan musiknya, sampai dengan kru pemainnya," kata Irwan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

#PPKM   #psbb   #covid-19   #Hotel   #hiburan   #musik