Kasus Corona di DKI Melonjak, Fraksi PDIP Pertanyakan Anies Yang Malah Panen Padi di Luar Jakarta
Foto : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, melakukan panen raya bersama antar kedua daerah, di area persawahan Desa Mekarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat(11/6/2021). Antara

Jakarta, HanTer - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertanyakan keseriusan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam menangani kasus Corona DKI yang sedang melonjak. Pasalnya, Anies malah panen padi di Sumedang saat Jakarta darurat Covid.

"Masyarakat juga mengamati, masyarakat Jakarta kan masyarakat cerdas kan. Mosok pas Jakarta sedang darurat Covid, Anies Panen Padi di Sumedang, apa urusannya?," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Dirinya mempertanyakan keseriusan DKI meredam Covid-19. Dia menilai Anies tidak fokus dalam menekan penyebaran Covid-19.

"Persoalannya adalah fokus atau tidak kita menangani itu. Lah bagaimana wong saat DKI Jakarta kasus Covid-19 melonjak, Gubernurnya asik main kemana-mana! Ini kan satu soal bahwa menangani persoalan Jakarta tidak begitu fokus, persoalan ada di situ," katanya.

Gembong menyebut seharusnya Anies bisa fokus dalam situasi darurat. Gembong mengkritik Anies yang justru pergi ke sana-sini.

"Panglima itu nggak boleh meninggalkan markas saat situasi darurat!. Prinsip dasar gitu," tegasnya.

"Dia kok asik di tempat lain, rasanya nggak elok di saat seperti ini. Dia punya target ke depan kita hargai itu hak politik, tapi fokus menangani Jakarta menjadi hal yang harus dilakukan Gubernur karena dia sudah mendapatkan mandat dari warga Jakarta," sambungnya.

Sebelumnya, Anies dalam kunjungannya di Sumedang yakni untuk menjalin kerja sama di sektor pangan. Anies mengatakan dengan terpenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dapat membuat harga menjadi lebih stabil dan terjaga.

"Kerjasama antar wilayah yang dimulai hari ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Jakarta. Bila pasokannya aman maka harga stabil dan bisa lebih rendah," jelas Anies, Jumat (11/6/2021).

"Ini akan membuat ibu rumah tangga merasa tenang karena pasokan kebutuhan pokok aman dan stabil, itulah tujuan utama kenapa Pemprov DKI Jakarta menjangkau berbagai wilayah untuk memastikan pasokan pangan aman," sambungnya.

Anies juga mengungkapkan program penyerapan hasil panen petani di daerah merupakan bentuk apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap petani yang telah berjasa mensuplai kebutuhan pangan di Indonesia khususnya Jakarta.

"Ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani karena harga gabah yang dibeli menjadi lebih tinggi dan petani bisa merasakan jasa besarnya dalam mensuplai kebutuhan pangan di Indonesia. Ini sebagai bentuk apresiasi, kami warga di kota memiliki hutang budi kepada petani dan dengan program ini kami membalas budi," ujarnya.