Wagub DKI: Terjadi Peningkatan Kasus COVID-19 Yang Luar Biasa di Jakarta
Foto : Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Jakarta, HanTer - Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah ketersediaan tempat tidur, namun jumlah pasien Covid-19 yang menggunakan fasilitas itu kembali meningkat. Ledakan jumlah pasien di Jakarta merupakan implikasi dari libur Hari Raya Idulfitri 1442 H pada 13 Mei 2021 lalu.‬

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, berdasarkan data yang dia punya, ketersediaan tempat tidur isolasi sampai Selasa (15/6/2021) mencapai 7.861 unit. Saat ini, yang sudah terpakai mencapai 78 persen atau 6.117 unit.

Ketersediaan dan keterisian tempat tidur itu sebetulnya mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya atau Senin (14/6/2021) lalu. Saat itu, ketersediaan tempat tidur mencapai 7.341 unit dan yang sudah terpakai 5.752 unit atau 78 persen.

Begitu pula ketersediaan tempat tidur ICU yang sampai saat ini telah menembus 1.127 unit dan yang terpakai 824 unit atau 73 persen. Angka itu juga lebih tinggi dibanding pendataan pada Senin (14/6/2021) lalu, di mana DKI menyiapkan 1.086 tempat tidur ICU, dan yang sudah terpakai 773 unit atau 71 persen.

"Ini terjadi peningkatan luar biasa, hampir 50 persen dalam seminggu terakhir ya kenaikannya," kata Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021).

Sehingga, Ariza meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini. Masyarakat tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian dan mengurangi mobilitas.

Sementara Pemprov DKI menggiatkan upaya 3T yakni tracing (pelacakan), testing (pengetesan) dan treatment (pengobatan) kepada masyarakat. “Kami juga minta tetap berada di rumah, kecuali ada hal-hal yang penting. Terlebih bagi anak-anak di bawah sembilan tahun, dan orangtua di atas 60 tahun agar tetap berada di rumah,” jelas Ariza.

Meski kasus Covid-19 meningkat, namun Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan untuk menarik rem darurat (emergency brake policy). Kebijakan ini dianggap efektif meredam penyebaran Covid-19 karena pemerintah daerah membatasi kegiatan masyarakat secara ekstrem, dimulai dari transportasi, tempat usaha, pendidikan, sosial-budaya, hiburan dan sebagainya.

Pemprov DKI Jakarta tetap menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Kebijakan ini berlaku selama dua pekan dari Selasa (15/6/2021) sampai Senin (‪28/6/2021‬) mendatang.

"Kami sudah keluarkan PPKM dua pekan ke depan, jadi masih tetap seperti yang kemarin. Dan kemarin (Selasa, 15/6/2021) dipanggil pak Presiden untuk mengikuti arahan beliau, pertama optimalisasi implementasi di lapangan," ujarnya.

Kemudian, kata dia, Presiden RI juga meminta jajaran Forkopimda DKI untuk menghadirkan aparat sebanyak mungkin di tengah masyarakat. Terutama di tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan, interaksi dan mobilitas yang tinggi.

"Arahan pak Presiden juga terus meningkatkan penggunaan masker bagi seluruh warga Jakartaa. Beliau mengingatkan bahwa penggunaan masker itu yang dan benar itu 98 persen menjaga kita, jadi bocornya cuma dua persen," jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga harus menggiatkan program vaksinasi demi melindungi masyarakat dari paparan Covid-19.

"Jakarta harus segera melakukan upaya yang luar biasa dalam rangka mencapai 7,5 juta sampai bulan Agustus," ungkapnya.