Bantah Satgas Covid-19, Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Sudah Patuh Jaga Jarak
Foto : Wakil Gubernur DKI Ahmad Rizal Patria (Harian Terbit/Sammy)

Jakarta, HanTer - DKI Jakarta disebut memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak paling rendah di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini disebut berdasarkan hasil pemantauan Satgas Penanganan Covid-19 nasional.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) membantah warganya tak taat melakukan jaga jarak. Ia menyebut di lapangan, masyarakat lebih tertib menerapkan protokol kesehatan itu.

"Kita sama-sama melihat secara umum masyarkat Jakarta termasuk masyarakat yang patuh dan rajin melaksanakan prokes," ujar Ariza di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (22/7/2021).

Ia menyebut pihaknya selama ini sudah melakukan berbagai cara untuk menyosialisasikan protokol kesehatan. Masyarakat diharapkan mengikuti imbauan yang dibuat. Mulai dari tingkat individu sampai pelaku usaha dan perkantoran disebutnya sudah menjalankan aturan wajib cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker.

"Sejak awal sudah disosialiaasikan, dikampanyekan, oleh pemerintah dengan berbagai cara dan sungguh-sungguh," katanya.

"Kita bisa lihat di setiap lini di setiap bidang dan komunitas," tambahnya menjelaskan.

Kendati demikian, Riza menganggap hasil penelurusan Satgas itu sebagai masukan dan saran. Ke depannya, politisi Gerindra itu akan mengetatkan lagi penerapan prokes bagi masyarakat.

"Namun kalaupun ada masukan dan laporan demikian ini menjadi perhatian dan evaluasi kita untuk terus kita tingkatkan kesadaran masyarakat kita secara bersama-sama," pungkasnya.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 menilai tingat kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan oleh masyarakat masih sangat rendah.

Tercatat, Banten dan DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan terendah di Indonesia.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengungkapkan, dalam satu minggu terakhir, rata-rata secara nasional ada 26 persen desa atau kelurahan dengan tingkat kepatuhan memakai masker yang masih rendah.

Selain itu, 28 persen dalam penerapan menjaga jarak juga rendah. Terutama dalam menjaga jarak di restoran, pemukiman, warga, dan tempat olahraga publik.

"Lebih detail lagi, pada provinsi yang ada di Jawa-Bali. Desa atau kelurahan yang tidak patuh memakai masker paling banyak terdapat di Banten sebesar 28,27 persen."

"Sementara untuk desa/kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, di Jakarta menjadi yang paling banyak yaitu 48,6 persen. Hampir separuh kelurahan di DKI Jakarta yang masyarakatnya tidak patuh dalam menjaga jarak," papar Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/7/2021).