JAKARTA  - Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh NUgroho, bicara soal tingginya angka kematian pasien Covid-19. Ini dilakukan setelah melakukan evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan MAsyarakat (PPKM) Darurat.

“Wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bogor, depok, dan Bekasi merupakam penyumbang anga fatality rate utama bagi Provinsi Jawa Barat dengan angka di atas 50 persen,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (23/7/201).

Menurutnya, ini terjadi akibat pelayanan di rumah sakit di Jabodetabek yang kolaps. Hal ini didasari dari tingginya laporan untuk perawatan di ruang isolasi dan ICU.

Menurut dia, aplikasi ketersediaan tempat tidur di RS rujukan melalui aplikasi Sinarap tidak begitu membantu. Alaannya, antrean panjang pasien yang menunggu pembagian kamar di rumah saki masih saja terjadi.

"Pada akhirnya, banyak pelapor dari keluarga pasien kritis tersebut yang terpaksa melakukan isolasi mandiri tanpa bantuan dan perlengkapan yang memadai. Sementara bagi pasien kritis nonCovid-19, mereka terpaksa melakukan rawat jalan," ucap dia.

Teguh berharap Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI dapat melakukan konversi dan optimalisasi tenaga kesehatan. Lalu, sarana dan prasarana wisma isolasi menjadi Rumah Sakit Rujukan bagi pasien Covid-19 kritis di Jabodebek.

"Sebagian kecil wisma tetap diperlukan sebagai ruangan isolasi bagi suspect Covid-19 gejala ringan dan OTG yang berasal dari permukiman padat," sambungnya.

"Suspek yang memiliki komorbid, suspek yang tinggal sendiri atau tidak memiliki keluarga dan butuh pengawasan serta para buruh migran yang baru kembali dari luar negeri," katanya. (*/yp)