Waspada, Kasus COVID di Jakarta Masih Tinggi di Kisaran 3.000 Setiap Hari
Foto :

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warganya tentang penyebaran kasus aktif di Ibu Kota. Meski saat ini situasinya lebih baik dibanding beberapa pekan lalu, namun penambahan kasus aktif di Jakarta masih tinggi di kisaran 3.000 orang setiap hari.

"Saya ingatkan juga hati-hati ini (pandemi) belum selesai. Kita belum menang. Kasus aktif walaupun sudah jauh lebih rendah daripada awal, ini masih tetap tinggi masih ada sekitar 3.000 kasus baru setiap hari walaupun yang sembuh sudah jauh lebih banyak," kata Anies di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Anies menjelaskan, kasus aktif di Jakarta saat ini memang lebih rendah dibanding pada 16 Juli 2021 lalu yang menembus 113.000 orang. Sekarang, kasus aktif Covid-19 turun menjadi 19.000 orang dengan kasus harian rata-rata bertambah 3.000 orang.

"Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari 2021 yang lalu," ujar Anies.

Menurutnya, penurunan kasus Covid-19 ini juga diiringi dengan jumlah pemakaman dengan protokol Covid-19. Dari yang awalnya setiap hari petugas menguburkan 350-400 jenazah pada dua pekan lalu, kini dalam sehari petugas memakamkan 150-200 jenazah dengan protokol Covid-19.

"Tren kematian pada warga yang isolasi mandiri juga berkurang. Saat ini kurang dari lima per hari, sebelumnya pernah sampai 75 kematian sehari. Jadi kita menyaksikan penurunan," imbuhnya.

Selain itu, keterisian rumah sakit juga menurun jadi sekitar 70 persen. Bahkan, antrean di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit juga mulai terurai.

"Positivity rate (PR) juga turun, saat ini kita berada dikisaran 15 persen, sementara di saat puncak puncak dulu kita pernah mencapai angka 45 persen," katanya.

Walau tingkat PR di Jakarta terus melandai, Anies berpandangan angkanya masih tinggi. Sebab Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mematok tingkat PR tidak lebih dari lima persen.

"Kita harus mencapai fase ideal di bawah 5 persen dan tingkat keterisian kamar rumah sakit kita harus mencapai angka aman yaitu di bawah 60 persen, sampai saat ini masih sekitar 70-an persen," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

"Antrean IGD memang sudah terurai tapi ICU masih cukup padat, karena itu jangan kasih kendor dan lengah jangan sampai momentum perbaikan ini berbalik karena kita buru-buru merasa senang dan buru-buru merasa berhasil, lalu kita mulai berkegiatan bebas. Terus kurangi mobilitas, terus juga protokol kesehatan dengan ketat, harus sampai tuntas," tambahnya.