Disediakan Pemerintah Melalui JAKI, Empat Kelompok Warga Ini Dapat Divaksin di Jakarta
Foto :

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan empat kelompok warga yang dapat divaksin di Ibu Kota. Mereka bisa mendapatkan vaksin Covid-19 gratis yang disediakan pemerintah dengan mendaftar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau langsung datang ke sentra-sentra vaksinasi.

Anies menjelaskan, kelompok pertama adalah ber-KTP Jakarta. Kedua, bekerja di Jakarta, ketiga berdomisili di Jakarta dan keempat bersekolah atau belajar/berkuliah di Jakarta.

"Kita tahu bahwa herd immunity di kota yang sangat terbuka seperti Jakarta ini tidak akan tercapai bila yang divaksin hanya warga ber-KTP DKI saja," kata Anies di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

"Jadi, mobilitas yang tinggi, keterbukaan, mengharuskan kita memvaksin siapa saja yang beraktivitas di tempat ini. Jadi, kira-kira begini, selama Anda manusia, Anda sehat, tidak ada catatan larangan dari dokter, bisa vaksin di Jakarta. Kami tidak membatasi domisili penerima," tambah Anies.

Berdasarkan data yang dia punya, jumlah penerima vaksin di Jakarta untuk dosis pertama mencapai 7,5 juta orang. Rinciannya, sekitar 4,5 juta lebih adalah warga ber-KTP DKI Jakarta, sisanya sekitar 3 juta adalah warga dengan KTP non-DKI Jakarta.

Dari jumlah itu, ada sekitar 1,3 juta warga ber-KTP Jawa Barat dan sekitar 500.000 warga ber-KTP Banten yang juga divaksin di Jakarta. “Memang bagian terbesar dari warga ber-KTP non-DKI Jakarta yang divaksin di Jakarta adalah petugas publik yang bekerja di sini. Mereka jumlahnya 1,6 juta orang. Jadi, cukup banyak petugas publik yang bekerja di Jakarta, tapi mereka memiliki KTP luar Jakarta,” ujarnya.

Dirinya sekaligus mengingatkan, masih banyak warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum divaksin dan mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi secara lengkap. Harapannya, DKI Jakarta bisa mencapai kekebalan komunitas dengan 8,8 juta orang tervaksinasi.

"Kami akan terus kerja, dan akan kerja cepat memastikan bahwa seluruh warga yang tinggal dan berkegiatan di Jakarta itu divaksin. Jadi, walaupun target 7,5 juta itu sudah tercapai, tapi kita tidak akan berhenti di titik ini, kami akan teruskan," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Menurutnya, Pemprov DKI telah menyediakan kemudahan akses untuk vaksin melalui aplikasi JAKI atau daftar di faskes terdekat. Pemprov DKI juga konsisten menjalankan 3T (tracking, tracing dan treatment) secara masif. Harapannya, masyarakat DKI Jakarta pun konsisten untuk taat menjalankan protokol kesehatan 6 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama).

Anies turut menegaskan bahwa, meskipun sudah mendapatkan vaksinasi, setiap yang berkegiatan di Jakarta perlu untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas. Terlebih, Jakarta masih berada dalam PPKM Level 4.

"Terakhir, ingat, kita masih berada dalam PPKM Level 4. Artinya, jangan mengira kita sudah bebas walau keadaan sudah jauh membaik daripada beberapa minggu lalu. Terus kurangi mobilitas, terus jaga prokes, terus saling jaga dan saling bantu," katanya.