APBD 2020 Jakarta Tersisa Rp5T, PSI Minta Dana Cadangan Daerah Dikembalikan
Foto :

Jakarta, HanTer - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp5,165 Triliun pada APBD Jakarta Tahun 2020. SILPA tersebut terdiri dari surplus anggaran sebesar Rp3,80 triliun dan pembiayaan neto Rp1,37 triliun.

Disisi lain, Pemprov DKI juga telah mencairkan Dana Cadangan Daerah sebesar Rp1,47 triliun dengan alasan yang diungkap Gubernur DKI Jakarta pada 14 September 2020 lalu bahwa dampak Covid-19 sangat memukul perekonomian Jakarta, sehingga berimbas pada penurunan penerimaan daerah.

"Keberadaan SILPA sebesar Rp5,17 triliun membuktikan bahwa Pemprov DKI tidak membutuhkan Dana Cadangan Daerah. Kami meminta agar Dana Cadangan Daerah yang telah dicairkan itu jangan menganggur," ujar anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Anthony Winza pada Pandangan Umum Fraksi Partai Solidaritas Indonesia terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 dan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022.

Fraksi PSI meminta Pemprov DKI Jakarta menggunakan besaran dana yang ada untuk menangani pandemi dan dampak ekonominya, seperti pemberian insentif vaksinasi untuk percepatan menuju herd immunity, tes antigen gratis, bantuan warga yang isolasi mandiri, pemberian stimulus fiskal bagi pelaku usaha berupa keringanan/relaksasi pajak dan/atau retribusi terkhusus bagi pelaku usaha yang 85 persen atau bahkan lebih karyawannya telah tervaksin.

Namun demikian, apabila Dana Cadangan Daerah yang telah dicairkan tersebut dipakai untuk program-program yang tidak jelas urgensinya selain untuk keperluan menangani pandemi, maka dana sebesar Rp1,47 triliun tersebut harus dikembalikan ke dalam Dana Cadangan Daerah.

"Ini agar DKI memiliki ketahanan keuangan daerah yang baik," jelasnya.