Waspadai Kerumunan Pengantar  Jemput Siswa di Jakarta
Foto :


Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahap 1 di 610 sekolah dan rencananya dalam waktu dekat akan ditambahkan 890 sekolah lagi. 

Untuk itu, anggota Komisi A Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan meninjau langsung kegiatan sekolah SDN 01 Pagi Pejaten Timur dan SDN 01 Cikoko Pagi, Selasa (31/8/2021).

Dari hasil kunjungan ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan pada saat mengantar jemput anak di depan sekolah. 
Selain itu jam belajar sekolah yang dipersingkat hanya 1.5 jam membuat sejumlah orang tua murid ataupun pengantar memilih untuk menunggu di sekolah sehingga terjadi kerumunan karena tidak adanya area tunggu ataupun area khusus antar jemput di sekolah. 

August menuturkan kerumunan ini jelas membahayakan dan berpotensi terjadinya klaster sekolah dan harus segera ditindaklanjuti.

"Pemprov DKI Jakarta tidak bisa membiarkan sekolah untuk bekerja sendiri dalam melakukan penertiban, harus juga melibatkan Satgas Kelurahan dan Kecamatan. Apalagi kerumunan terjadi di luar sekolah sehingga pihak sekolah dan Satpol PP Kelurahan / Kecamatan harus turun tangan," ujarnya.

Penerapan protokol kesehatan di sekolah perlu mendapatkan perhatian lebih karena anak merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19, terlebih siswa tingkat SD yang masih belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

"Tidak hanya sekolah yang harus bertanggung jawab, uji coba PTM harus melibatkan orangtua atau wali murid. Jangan sampai sekolah menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 pada anak," tambah August.

Namun, selain adanya kerumunan para penjemput, protokol kesehatan di lingkungan sekolah sudah berjalan baik. Antara lain adanya satgas Covid sekolah, pembatasan kapasitas 50 persen maupun proses desinfektan ruangan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran. 

Siswa pun turut dididik untuk menerapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekkan suhu, masker dan cuci tangan sebelum masuk sekolah di gerbang masuk, hingga penjagaan jarak tempat duduk dan sarana sanitasi.

August mengingatkan, agar kegiatan ekstrakurikuler setelah jam sekolah atau akhir pekan ditiadakan sehingga fokus utama sekolah saat ini hanya untuk pemberian materi akademis.

"Saya harap yang sudah baik terus berjalan, jangan sampai ketat di awal lalu mulai longgar di kemudian hari. Di sini pentingnya peran Satgas Covid Sekolah untuk terus memantau dan mengingatkan," imbuhnya