Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui ada enam sekolah terpapar Covid-19 selama masa Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Keenam sekolah itu sudah sempat ditutup sementara sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah. Ia menyebut ada juga satu sekolah ditutup sementara karena langgar prokes.

"Hasil evaluasi kami per tanggal 22 September itu memang ada tujuh sekolah yang diberlakukan penutupan sementara," ujar Taga di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Adapun enam sekolah yang ditutup karena ada temuan kasus positif adalah SDN 03 Klender, Jakarta Timur; SDN 02 Pondok Ranggon, Jakarta Timur; SMP PGRI 20; SMA 20; SMA 25; dan SMK 66.

Dari keenam sekolah itu, ditemukan empat peserta didik dan tiga tenaga pengajar terpapar Covid-19. Satu sekolah yang ditutup karena langgar prokes adalah SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Enam sekolah itu ditemukan kasus positif masing-masing hanya satu orang saja, kecuali satu sekolah yang memang menularkan ke satu orang lainnya, yaitu di SDN 03 Klender," katanya.

Jumlah yang disampaikan oleh Taga ini berbeda dengan data milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Disampaikan ada 25 klaster Covid-19 sekolah.

Namun, Taga mengaku tidak mengetahui soal data milik Kemendikbud-ristek itu.

"Kalau yang temuan 25 klaster itu silakan konfirmasi ke Kemendikbud, kami tidak pernah merilis itu," pungkasnya.