Penyaluran Bansos Pemprov DKI untuk Masyarakat Terdampak Pandemi
Foto : Gubernur DKI Anies Baswedan melepas bantuan sosial Pemprov DKI

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya memberikan perhatian kepada warga terutama pada masa pandemi COVID-19. Salah satunya, melalui program bantuan sosial (Bansos).

Program bansos Pemprov DKI antara lain, Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ). Adapun KLJ, KPDJ dan KAJ merupakan bagian dari program bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Bansos PKD).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Premi Lasari, mengungkapkan, pencairan dana ketiga program bansos tunai tahap III itu telah dilakukan Pemprov DKI sejak beberapa waktu lalu.

"Penerima KLJ mendapatkan Rp600.000,- per bulan, sedangkan penerima KPDJ dan KAJ masing-masing mendapatkan Rp300.000,- per bulan," ungkapnya di Jakarta.

Lebih lanjut, ia menerangkan, penerima KLJ tahun 2021 sebanyak 78.169 orang dan penerima KPDJ tahun 2021 sebanyak 11.422 orang. Sedangkan, penerima KAJ tahun 2021 sebanyak 9.531 orang.

Terkait pencatatan dan pemadanan data penerima bansos tunai (BST) COVID-19, Premi menjelaskan, data penerima manfaat program bantuan sosial tunai dari Pemprov DKI telah dilakukan pemadanan dengan data penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dan Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial RI. Selain itu, terkait dengan data kependudukan juga dilakukan pemadanan data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI.

Untuk jumlah warga atau kepala keluarga yang mendapatkan BST COVID-19 dari Pemprov DKI dilakukan dengan 6 tahap. Masing-masing didasari atas Keputusan Gubernur (Kepgub).

"Tahap 1 berdasarkan Kepgub No. 20 Tahu 2021, sebanyak 1.055.216 orang. Tahap 2, berdasarkan Kepgub No. 235 Tahun 2021, sebanyak 1.041.905 orang. Tahap 3 berdasarkan Kepgub No. 235 Tahun 2021, sebanyak 1.041.905 orang. Tahap 4 berdasarkan Kepgub No. 570 Tahun 2021, sebanyak 1.039.066 orang. Tahap 5 dan 6 berdasarkan Kepgub No. 898 Tahun 2021, sebanyak 1.009.379 orang," jelasnya.

Sementara, rencana bantuan sosial untuk anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, Premi menerangkan, masih dalam tahap proses dari instansi-instansi terkait.

Mekanisme Penyaluran

Untuk menjadi penerima KLJ, KPDJ, dan KAJ harus terlebih dahulu masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Adapun mekanisme pendaftaran DTKS dilaksanakan di tingkat kelurahan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel).

Sementara, mekanisme penyaluran dana bansos Pemprov DKI dilakukan melalui Bank DKI, sehingga penerima manfaat Bansos dapat menarik secara tunai di Bank DKI ataupun melalui ATM Bank DKI.

Jika kartu ATM hilang, warga diminta segera lakukan pemblokiran terlebih dahulu, serta menghubungi Call Center Bank DKI di nomor telepon (021) 1500351. Kemudian, membuat surat keterangan kehilangan dari kantor kepolisian setempat, kemudian membuat laporan permohonan kartu ATM yang baru di layanan Bank DKI terdekat.

"Jika lupa dan pin ATM terblokir, silakan datang langsung ke layanan Bank DKI terdekat untuk melakukan reset pin ATM," terangnya.