92 Ton Sampah Gambir Dibuang ke Bantargebang
Foto : Warga memilah sampah sebelum dibuang ke Bantargebang, Bekasi. (ist)

JAKARTA - Sebanyak 256 meter kubik setara dengan 92 ton jenis sampah yang tidak bernilai ekonomis di Kecamatan Gambir dibuang ke Bantar Gerbang, Bekasi, Jawa Barat.

Kasatpel Sudin Lingkungan Hidup Kecamatan Gambir, Kiting Kartana, menyebut  volume sampah di Gambir mencapai 264 Meter kubik atau 95 ton per hari. Sampah tersebut diangkut dari 28 Lokasi Penampungan Sementara (LPS).

"Dari 264 meter kubik sampah kita pilah di lokasi LPS, sampah yang mempunyai nilai ekonomis seperti bekas botol minuman ringan, plastik, kardus, besi, botol bekas air mineral dan lain sebagainya, kita pisahkan dan di bawa ke Dipo," jelasnya, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, jenis sampah  yang bernilai ekonomis itu mencapai 8,25 meter kubik per hari, sedangkan 256 M3 atau 92 ton. Sisanya jenis sampah residu yang susah tidak bernilai ekonomis atau tidak bisa di daur ulang di buang ke Bantar Gerbang, Bekasi, Jawa Barat. 

Penyumbang sampah terbanyak, lanjutnya, ada di Kelurahan Cideng mencapai 19 ton/hari dan Kelurahan Duri Pulo sebanyak 16 ton/hari. Ini karena kedua wilayah itu merupakan pemukiman pada penduduk. 

Ia mengimbau kepada warga Gambir agar memilah dulu sampah yang akan dibuangnya.

"Seebaiknya sebelum sampah dibuang ke LPS, sampahnya sudah terpilah, pisahkan sampah yang mempunyai nilai ekonomis dengan yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Lumayan kan bisa menjadi penghasilan keluarga, “ katanya. (*/yp)