Diduga Hoaks Soal COVID-19 Klinik Ibuku; Karan Kumar Dilaporkan ke Polda Metro
Foto : Natalia Rusli

Jakarta, HanTer - Diduga menyebarkan hoaks dugaan hasil test swab Covid-19 melalui pesan berantai di grup WhatsApp, Karan Kumar selaku konsumen dilaporkan oleh Klinik Ibuku ke Polda Metro Jaya, Kamis (14/10/2021) petang. 

Dalam Laporan Polisi yang teregister
dengan Nomor: LP/B/5094/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 14 Oktober 2021 tersebut, Karan Kumar dituding melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaiman adalah Pasal 27 ayat (3) Jo Pasala 45 ayat (3) UU RI No. 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Direktur Utama dari Klinik Ibuku, Kashish Mony Topandasani didampingi kuasa hukumnya, Natalia Rusli dan Agung Pratama Putra menyebutkan dengan adanya berita bohong tersebut telah merusak citra dan dedikasi kerja keras kliennya dalam melayani masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

"Dia (Karan Kumar) melakukan hal-hal kurang baik. Jadi, kita melakukan Legal Action,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Kashish mengungkapkan akibat pemberitaan hohong tersebut, pihaknya mengalami kerugian. Bahkan ada investor yang mengundurkan diri. 

"Imbas hoaks Klinik Ibuku, kita mengalami kerugian sekitar 50 persen dari pendapatan," ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Natalia Rusli menyesalkan perbuatan yang telah dilakukan
terlapor. 

Dia menunggu ada permintaan maaf secara terbuka di media massa agar nama baik Klinik Ibuku terpulihkan. 

"Harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami klien kami," sebutnya.

Menurut Natalia, ada beberpaa kontrak kerja yang seharusnya didapatkan bulan ini. Tapi karena informasi hoaks itu kerjasama tidak jadi dilanjutkan. 

"Selain menuntut pidana, terbuka juga peluang untuk melakukan gugatan perdata atas kerugian yang dialami," ujarnya.

Terkait laporangn tersebut, Karan Umar belum memberikan klarifikasi.