Pemprov DKI Hadirkan Hunian Layak Bagi Warga
Foto :

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memegang teguh tujuan awal pembangunan kampung susun, yaitu menghadirkan permukiman yang layak dan keamanan bermukim bagi warga. Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, dalam menanggapi laporan LBH Jakarta yang mana di dalamnya juga membahas soal penataan kampung di Ibu Kota. 

"Sebelumnya, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada LBH Jakarta yang telah menyusun laporan dan memberikannya kepada kami. Izinkan dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan langkah-langkah yang sudah kami lakukan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta," ungkapnya di Jakarta, Minggu (24/10/2021).

Dalam menata kampung kota, Pemprov DKI Jakarta menggunakan pendekatan Community Action Plan, melibatkan ahli hukum dan perumahan untuk membantu merumuskan skema pengelolaan dan pemanfaatan sesuai kebutuhan warga. Warga di lingkungan tersebut juga memberikan masukan atas desain hunian. Mekanisme perumusan skema pemanfaatan dan pengelolaan kampung susun pun dilakukan sesuai kesepakatan bersama warga. 

Seperti diketahui, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah meresmikan tiga kampung kota sebagai wujud komitmen untuk memastikan warga mendapatkan hunian layak ketika rumah mereka harus digusur untuk kepentingan publik. Pertama, Kampung Susun Akuarium pada 17 Agustus 2021, yang mana pembangunan tahap 1 sudah rampung dengan 2 blok bangunan 5 lantai yang terdiri dari 107 unit hunian. 

Untuk Kampung Susun Akuarium, terdapat Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1093 Tahun 2021 tentang Tim Kajian Skema Pengelolaan Kampung Susun Akuarium. Dengan SK tersebut, kebijakan pengelolaan dan pemanfaatannya dapat menjamin keamanan bermukim dan berorientasi pada warga. 

Kedua, Kampung Susun Cakung pada 7 Oktober 2021 yang akan ditempati 75 keluarga dari Bukit Duri, Jakarta Selatan, dengan 2 blok bangunan 5 lantai. Ketiga, Kampung Susun Kunir pada 14 Oktober 2021 yang diperuntukkan bagi warga Pinangsia yang menjadi korban penggusuran, dengan 1 blok bangunan 4 lantai berisi 33 unit hunian. Kampung Susun Cakung dan Kunir ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2022.