Jakarta, HanTer - Pameran bertemakan 'Born to be Jagoan' karya pelukis KRHT Sulistyo Hadinagoro, menjadi pameran seni pertama di Jakarta, setelah sekitar dua tahun Jakarta dan Indonesia berjuang bangkit di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini sudah menuju perbaikan.

Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati, Minggu menyebutkan pameran lukisan yang dibuka mulai hari Minggu tanggal 7 November 2021 di Kuntskring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi pameran luar jaringan (luring) pertama setelah berbagai pembatasan akibat COVID-19 sekitar dua tahun ke belakang.

"Saya sendiri terharu menghadiri dan membuka pameran ini, karena inilah pameran seni rupa pertama yang diselenggarakan secara luring sejak pandemi di Jakarta dan Indonesia setelah hampir dua tahun tidak ada pameran," kata perempuan yang disapa Ati ini di lokasi acara, Minggu (7/11/2021).

Perasaan terharu itu muncul, kata Ati, pasalanya selama dua tahun praktis tidak ada pameran secara langsung di galeri-galeri seni atau di tempat lainnya selama pembatasan akibat COVID-19 sekitar dua tahun ke belakang.

Kalaupun ada, lanjut Ati, pameran itu dilakukan secara virtual yang tentu memberikan kepuasan berbeda bagi penikmat seni yang bisa menikmati langsung setiap goresan pelukis di pameran umumnya.

"Dengan pameran Born To Be Jagoan yang menggambarkan sosok kuat, mandiri, tegar dan tidak menyerah semoga bisa ditransfer pada keadaan saat ini, tentu para jagoan juga harus waspada dan hati-hati karena Covid-19 belum hilang sepenuhnya. Mudah-mudahan pameran ini menjadi penanda pameran-pameran selanjutnya bisa dilaksanakan secara luring," tutur Ati.


Tampilkan Puluhan Lukisan

Seniman lukis dalam pameran tunggal Born To Be Jagoan, KRHT Sulistyo Hadinagoro, menjelaskan pameran yang akan berlangsung hingga 16 November 2021 ini akan menampilkan 30 lukisan karyanya yang seluruhnya menjadikan hewan ayam jago sebagai objek lukisan.

"Ini pameran tunggal yang ke-31, saya tetap menampilkan objek jago sebagai ide kreativitas saya, yang mewakili semangat patriotisme, keberanian dan nasionalisme," ujar Sulistyo di lokasi pameran.

Ia menilai berbagai ide kreativitas bisa dituangkan dalam figur ayam jago yang menurutnya sangat menarik untuk diekspresikan menjadi satu karya yang memberikan nilai estetika tinggi.

"Seperti Indonesia merdeka pada tahun 1945 itu terlahir dengan shio ayam jago juga," katanya.

Dengan ayam jago yang baginya menampilkan simbol dari keberanian, nasionalisme, dan patriotisme, diharapkan memberikan inspirasi pada segenap anak bangsa untuk bersatu menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19.

"Saya berharap dengan adanya pameran ini dapat memberikan inspirasi bagi anak bangsa Indonesia, dimana meskipun di masa Pandemi Covid-19 saat ini namun tetap semangat untuk bersatu padu menghadapi situasi sulit ini, karena kita terlahir sebagai bangsa jagoan," katanya.


Karya Sarat Akan Makna

Sementara itu, pecinta seni Juan Gondokusumo yang turut hadir dalam pembukaan pameran lukisan tunggal tersebut, menyatakan bahwa karya sang seniman yang menjadikan ayam jago sebagai objek lukisan ini sarat akan makna.

"Ayam selain gagah dan berani bertarung, tapi juga membangunkan orang di pagi hari. Kita ini perlu dibangunkan, banyak hal yang perlu dibangunkan. Sadar bahwa kita harus bersatu melawan segala yang tidak baik untuk maju ke depan. Jangan lagi mau dipecah belah oleh berbagai kekuatan negatif," ucap Juan.

Adapun pameran yang menampilkan 30 lukisan ayam jago karya KRHT Sulistyo Hadinagoro tersebut akan berlangsung di lantai dua Gedung Kuntskring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada 7-16 November 2021