Update COVID-19 di DKI; 849.831 Orang Sembuh, 13.576 Meninggal Dunia
Foto :


Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. Tentunya, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 13.919 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 12.527 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 51 positif dan 12.476 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 35.554 orang dites, dengan hasil 7 positif dan 35.547 negatif.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 99.716 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 690.800 per sejuta penduduk," terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 1 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 455 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 863.862 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 849.831 dengan tingkat kesembuhan 98,4%, dan total 13.576 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,4%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,7%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.