Didemo 10 Orang;  Ketua P3SRS Menara Latumeten Ungkap Fakta, Ini Ulasannya
Foto :

Jakarta, HanTer - Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Menara Latumeten, Jelambar Baru, Jakarta Barat, Arsin Sobianos, angkat bicara soal semua tuduhan berujung desakan untuk mundur oleh massa yang berjumlah kurang lebih 10 orang. Ketua RW 013 Kelurahan Jelambar Baru ini membantahnya dan mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi.

"Semua yang disampaikan oleh Agus Sentosa Cs tidak benar, hanya opini, bahkan terindikasi fitnah tanpa bukti," kata Arsin dalam keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021)

Arsin mengungkapkan, Ketua Pengawas Menara Latumeten (ML) Agus Sentosa Cahaya yang berprofesi sebagai advokat pada akhir tahun 2013 lalu, pernah ditunjuk sebagai Kuasa Hukum P3SRS. Penunjukkan Agus untuk melakukan tuntutan hukum terhadap vendor palang parkir di Menara Latumeten yang menarik peralatannya secara sepihak. Perkaranya sudah pernah naik banding dan sudah menerima biaya jasa puluhan juta sebagai advokat.

"Namun sampai saat ini tidak pernah memberikan kabar dan pertanggungjawabannya kepada P3SRS sebagai kliennya mengenai kasus tersebut. Setiap kali ditanya selalu berkelit dan tidak dapat memberikan jawaban progress kasus," ungkapnya.

Menurut Arsin, Agus menduga telah menggunakan pengaruhnya sebagai Ketua Pengawas memprovokasi para pemilik dan penghuni ML untuk menjatuhkan dirinya dengan dalih pembangunan yang telah berjalan tidak ada sosialiasi.

"Padahal pembangunan selalu dijalankan dengan menempuh mekanisme yang benar dan diputuskan dalam rapat. Bahkan Bapak Agus dkk menggiring opini seakan-akan pembangunan dilakukan dengan tujuan yang tidak baik seperti korupsi dan lain-lain," ujarnya.

"Bapak Agus juga diduga memprovokasi beberapa pengurus dan pengawas lain serta beberapa penghuni untuk melakukan demo berkali-kali yang mengakibatkan terganggunya aktivitas dan kenyamanan penghuni Menara Latumeten," sambung Arsin.

Terkait audit, jelasnya, pihaknya telah berulang kali menyampaikan kepada Agus dkk untuk melakukan audit keuangan dengan menghadirkan Akuntan Publik yang kredibel, Namun sampai saat ini belum ada realisasi, tapi anehnya malah terus mempersoalkan masalah dana pembangunan.

"Merupakan fakta bahwa di bawah Kepengurusan kami, P3SRS telah sukses melakukan pembangunan di Menara Latumeten tanpa pernah memberatkan penghuni. Hingga saat ini tarif maintenance masih Rp6 ribu/m2, sejak sejak 2013 tidak pernah mengalami kenaikan dan parkir juga gratis untuk penghuni," ujar Arsin.

Ia juga menyampaikan soal pembentukan Panitia Musyawarah (Panmus) yang merupakan tugasnya sebagai Ketua P3SRS. Hal ini mengacu kepada Permen PUPR No.14 Tahun 2021 Pasal 28 ayat 1d yang secara jelas menyatakan tugas tersebut. 

"Namun pihak Bapak Agus dkk tidak mau mengakui ini, dan menggunakan pasal lain yang lebih usang, bahkan diduga melobi kepada Dinas Perumahan untuk meminta pembenaran dan membentuk Panmus lain," katanya.

Kemudian soal Akta Jual Beli (AJB), sedari awal menurutnya telah diberikan pengumuman terbuka untuk para pemilik untuk segera melakukan registrasi dokumennya. Namun pihak Agus dkk menyebarkan isu bahwa proses AJB hanyalah rekayasa dari Kepengurusan dirinya untuk agenda pemilihan Ketua P3SRS yang baru yang akan diadakan akhir tahun ini.

"Padahal saya telah menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai Ketua P3SRS maupun Ketua RW dan saya telah menyerahkan kepemimpinan untuk regenerasi," tegasnya.

Arsin kembali mengungkapkan, pada saat ada para pemilik yang percaya pada hasutan pihak Agus dkk, serta menunda memberikan datanya, lalu sebagian dari mereka berubah pikiran dan ingin menyerahkan dokumennya ternyata pendaftaran bertahap telah ditutup.

"Hal ini justru malah dijadikan jargon oleh mereka yang menyatakan bahwa P3SRS pilih-pilih dalam mengurus dokumen AJB. Ini yang harus diketahui duduk persoalan," tandasnya.

Ia menyebut, semua pernyataannya diperkuat oleh para pengurus dan pengawas P3SRS ML lainnya.

Pemilihan LMK Arsin juga mengungkap fakta mengenai pemilihan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 013 yang juga dipersoalan. Panitia Pemilihan Bakal Calon (PPBC) LMK menyampaikan pengumuman yang ditempel agar diketahui publik seja tanggal 1 sampai dengan 14 November 2021.

"Ibu. Deansi Simmiati dan Bapak Jimmy Rukmini telah berhasil mempengaruhi beberapa RT yang mengatakan bahwa PPBC tidak pernah memberi kabar maupun memberikan formulir pendataan tokoh masyarakat yang ikut memilih. Faktanya PPBC memiliki bukti bahwa hal itu tidak benar seperti disampaikan oleh Bapak Tan Fu i sebagai Sekretaris PPBC. Bahkan mereka memberikan instruksi kepada para RT untuk tidak menyerahkan data tersebut kepada PPBC," ungkap Arsin.

Ia menyebut seluruh rangkaian acara pemilihan LMK telah dijalankan sesuai aturan Perda No.5 Tahun 2010, dimana disebutkan bahwa semua biaya ditentukan PPBC. Kemudian berdasarkan hasil rapat Kelurahan Jelambar Baru bahwa biaya dibebankan ke calon LMK.

"Namun oleh Ibu Deansi Simmiati dan Bapak Jimmy Rukmini, hal ini justru malah dinarasikan seakan-akan PPBC melakukan pemerasan," ujarnya.

Arsin menegaskan, PPBC memiliki bukti otentik bahwa semua calon telah sepakat untuk memenuhi semua persyaratan dari PPBC dengan surat pernyataan. Apabila tidak sanggup maka akan dianggap mundur. Masalah terjadi ketika calon LMK usungan Deansi Simmiati ini ternyata tidak sanggup memenuhi persyaratan, dan dinyatakan tereliminasi. Sehingga karena masalah ini, Agus dkk melakukan demo pada hari Selasa (30/11/2021).

"Acara pemilihan LMK yang telah diselenggarakan oleh PPBC pada malam hari Selasa, 30 November 2021 secara online dan disambut dengan antusias oleh para tokoh masyarakat dari 9 RT di RW 013, dan memenuhi kuorum 54 orang peserta. Semua telah setuju untuk kembali memberikan mandat sebagai LMK kepada Bapak Kian Fung. Hal ini berseberangan dengan statement yang mengatakan bahwa para tokoh masyarakat menghendaki calon lain untuk menjabat," paparnya.

“Saat diminta form yang sudah diisi oleh Sekertaris PPBC ke Ketua RT 009 dan Pak RT 009 menolak dengan dalih Sekel Jelambar Baru menyampaikan agar jangan dikumpulkan dahulu menunggu instruksi dari kelurahan. Namun, ternyata setelah dikonfirmasi oleh Ketua dan Sekretaris PPBC, Sekel membantah dan menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar," pungkasnya.

Ia kembali menegaskan semua yang dituduhkan sama sekali tidak benar, hanya memutarbalikan fakta dengan membentuk opini pembenaran.

“Saya gak ngerti, mereka itu teman-teman kita juga, kita pernah berjuang bersama, namun entah kenapa sekarang berubah drastis?. Tidak lagi rasa saling menghargai. Silahkan saja, saya dan teman-teman yang mereka anggap sebagai kroni atau apalah siap membuktikan dengan fakta. Semoga kalian semua sehat-sehat, terima kasih,” pungkas Arsin.

Sebelumnya, Selasa (30/11/2021), sejumlah massa berjumlah sekitar 10 orang yang dipimpin Ketua Pengawas Agus Sentosa dkk menggelar aksi unjuk rasa di depan lobi Menara Latumeten, yang intinya menutut Ketua P3SRS Menara Latumeten Arsin Sobianos mundur dari jabatannya.