Pimpinan DPRD DKI Minta Penyelesaian Sumur Resapan Jangan Bikin Masalah
Foto : Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah daerah agar penyelesaian sumur resapan di Ibu Kota tidak menimbulkan masalah baru. Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi pada Jumat (3/12/2021).

Suhaimi mengaku kerap mendapat keluhan warga terkait dengan sumur resapan yang terkesan kurang memperhatikan keselamatan. Dampaknya, kata dia, bisa mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara bermotor maupun pejalan kaki.

"Jangan sampai program yang baik ini justru malah membuat kesan negatif kepada kinerja Gubernur Anies dengan upayanya mengatasi genangan dan banjir di Ibu Kota," kata Suhaimi berdasarkan keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Dirinya menilai, sumur resapan ini sudah bagus karena mampu meredam potensi genangan di jalan raya maupun jalan lingkungan. Seperti halnya Jalan D.I Panjaitan, Jakarta Timur yang pernah tergenang karena hujan deras, kini tidak terulang.

"Kami minta jangan sampai pengerjaannya malah bikin masalah baru yang berdampak kepada warga sekitar," imbuhnya.

Meski begitu, Suhaimi mengapresiasi upaya Pemerintah DKI Jakata dalam melakukan pencegahan banjir. Dari informasi yang dia dapat, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyiapkan alat berat untuk penanganan banjir, rinciannya 496 pompa statis, 329 pompa mobile, dan 67 pompa underpass untuk digunakan dalam penanganan banjir.

"Bahkan dari BPBD Jakarta dan SKPD lainnya turut membantu penyiapan tenda pengungsi dan perahu karet yang disebar di sejumlah titik di Jakarta, ini bentuk kolaborasi yang baik, agar genangan air cepat segera surut," ucap Suhaimi. (Sammy)
@@@

Pemerintah DKI Diminta Siagakan Tempat Tidur dan Testing untuk Hadapi Varian Omicron

Jakarta, HanTer - Pemerintah DKI Jakarta diminta menyiagakan tempat tidur dan testing untuk menghadapi varian mutasi Omicron. Virus ini dianggap cukup berbahaya, sekalipun bagi orang yang sudah divaksin Covid-19.

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad meminta Pemprov DKI Jakarta mempersiapkan tambahan fasilitas medis untuk menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 karena kemunculan varian Omicron.

"Pemprov DKI tidak boleh lengah mengantisipasi potensi lonjakan kasus karena varian baru. Belum lagi kita akan memasuki libur akhir tahun," kata Idris berdasarkan keterangannya di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Idris meminta, jumlah tempat tidur isolasi serta ICU bagi penderita Covid-19 yang sempat berkurang akibat turunnya kasus agar kembali ditingkatkan. Saat ini, kapasitas ruang isolasi yang dimiliki sekitar 4.100 tempat tidur, dan angka ini jauh berkurang dari 11.500 pada bulan Juni-Juli lalu.

"Sedangkan kapasitas ruang ICU kita sekitar 670 tempat tidur, dan ini juga berkurang dari angka 1.600 pada Juni-Juli," ujarnya.

Idris juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tes harian saat terjadi lonjakan kasus. Kata dia, jumlah tes harian saat ini berkisar di angka 12.000-15.000 tes, jauh berkurang dari jumlah tes harian pada Juni-Juli, yang mencapai 22.000-30.000 tes.

Selain itu Idris meminta upaya-upaya lain seperti pembatasan mobilisasi, pencarian kasus baru dan sosialisasi protokol kesehatan tetap menjadi strategi yang konsisten dilakukan.

"Kami ingatkan agar Pemprov dapat belajar dari pengalaman sebelumnya karena ini adalah masalah nyawa," ucapnya.