DKI Bangun SPAM Hutan Kota; Target Tambah  30 Ribu Pelanggan Terlayani Air PAM
Foto :

Jakarta, HanTer - BUMD DKI PAM Jaya membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota untuk menambah layanan air bersih perpipaan kepada warga. 

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo menyebut Proyek SPAM Hutan Kota merupakan salah satu program percepatan pelayanan PAM JAYA dengan target 30 ribu sambungan pelanggan baru yang terlayani air PAM di 4 wilayah, yakni Kamal Muara, Kamal, tegal Alur dan Pegadungan.

"Proyek SPAM Hutan Kota merupakan inisiatif percepatan pelayanan yang dilakukan PAM Jaya dan didukung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta, bahwa ini adalah komitmen dari pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga atas air," kata Bambang di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Adapun pembangunan sistem perpipaan air bersih dimulai di Kelurahan Kamal Muara. Bambang menuturkan, warga Kamal Muara menyambut baik pembangunan SPAM Hutan Kota. Sebab, biasanya sebulan tiap rumah bisa membayar pemenuhan kebutuhan layanan air bersih antara Rp600 ribu hingga Rp1 juta per bulan. Namun, saat ini warga rata-rata cukup membayar hingga Rp150 ribu untuk pelayanan air PAM.

"Warga menyambut baik dan gembira pada kegiatan tasyakuran tersebut, terutama karena mereka saat ini sudah menikmati air perpipaan langsung dirumah mereka. Selama ini warga di wilayah tersebut mengandalkan air tanah dan juga air yang dijual melalui gerobak keliling," ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan SPAM Hutan Kota diinisiasi sejak tahun 2016 dan saat ini sedang proses penyelesaian pemasangan sambungan baru pelanggan.

PAM Jaya membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 116 kilometer untuk mengaliri air dari IPA Hutan Kota yang berkapasitas 500 liter per detik kepada sekitar 30.000 pelanggan.

Per November 2021, tercatat sekitar 12.573 pelanggan baru di daerah tersebut yang sudah dialiri air melalui proyek SPAM Hutan Kota dan jumlah ini masih terus bertambah.

Saat ini, cakupan layanan PAM Jaya masih mencapai 65,82 persen dengan total pelanggan sebanyak 906.648 dan total air yang terdistribusi sebanyak 20.732 liter per detik. Target cakupan layanan PAM Jaya pada tahun 2023 adalah 82 persen.

Saat ini, Jakarta masih tergantung pasokan air baku dari wilayah di luar kota Jakarta, di mana 81 persen air baku berasal dari Waduk Jatiluhur, 14 persen berasal dari pembelian air curah PDAM Kabupaten Tangerang, dan 5 persen berasal dari sungai-sungai yang berada di Jakarta.