Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi 
Foto : Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Sejumlah fakta menarik muncul di balik kasus penembakan di exit tol Bintaro. Salah satunya adalah, dua korban penembakan mengaku sebagai wartawan.

Kabid Humas Polda metro Jaya Endra Zulpan menuturkan, kedua korban yang mengaku sebagai wartawan itu tengah melakukan investigasi terhadap mobil berplat RFJ, yang kemudian mereka buntuti.       

Korban penembakan di pintu keluar tol Bintaro, Pondok Pinang kilometer 19 Tol Lingkar Luar Jakarta berinisial PP dan MA itu, sedang melakukan investigasi terhadap mobil berplat RFJ yang dikemudikan oleh seseorang berinisal O. 

"Jadi mereka menurut keterangannya adalah wartawan. Saya tidak Sebutkan medianya, nanti kami koordinasi dengan PWI soal keabsahan anggota mereka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021). 

Kombes Zulpan menerangkan, korban PP dan MA sebelum penembakan tersebut, sedang mengendarai mobil di kawasan Sentul, Jawa Barat bersama dua rekannya yang berinisial IM dan PCM.

Mereka kemudian melihat mobil plat RFJ yang mereka ketahui sebagai milik pejabat di Pemprov DKI Jakarta, sedang menaikkan wanita dari sebuah hotel di Sentul. 

Zulpan mengatakan, para korban kemudian membuntuti mobil plat RFJ yang sedang dikendarai seseorang berinisial O dengan dalih investigasi. Sesampainya di Depok, Jawa Barat, mobil menurunkan wanita tersebut. 

Para korban kemudian lanjut membuntuti mobil berplat RFK yang dikemudikan oleh O.

 "Saudara O yang dibuntuti merasa terancam, hingga terjadi hal yang ada di Exit Bintaro," ungkap Zulfan. 

Pada saat masih di mobil, dan tahu dibuntuti, O melalui sambungan telepon meminta bantuan seorang anggota Satuan Polisi Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, berinisial Ipda OS.

Sesampainya di pintu keluar tol Bintaro, Pondok Pinang kilometer 19 Tol Lingkar Luar Jakarta, tepatnya di depan Kantor PJR Induk 4 terjadi pada Jumat (26/11/2021) malam, penembakan itu terjadi. 

Ipda OS menembak mobil Ayla karena korban berusaha menabraknya saat akan ditangkap. Zulfan mengungkapkan, anggotanya sudah berusaha memberi tembakan peringatan, namun tidak diindahkan dan tetap berusaha menabrak OS.  

Dua orang menjadi korban penembakan di exit tol Bintaro ini. Seorang korban berinisial PP dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Seorang lainnya yang berinisial MA masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.  

Akibat kasus penembakan di exit tol Bintaro ini, polisi menjatuhkan sanksi tegas kepada Ipda OS. Berupa penonaktifan. 

"Dari hasil pemeriksaan saksi, status Ipda OS juga naik menjadi tersangka," tambah Zulfan.